Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas listrik masih tetap menjadi prioritas di tahun 2008 mendatang di Kota Prabumulih. Hal itu dilakukan, sebab masih banyak terjadi kondisi infrastruktur di kota ini rusak, dan ada juga yang belum tersentuh pembangunan.
“Pada Tahun Anggaran 2008 kami memproyeksikan dana APBD sebesar Rp 546 miliar. Dari jumlah itu sebagian akan digunakan untuk pembangunan sarana prasarana yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Prabumulih,” kata Walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili, MM, Kamis (29/11).
Menurutnya, kondisi jalan seperti di Desa Kemang Tanduk, dan Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) saat ini masih rusak perlu mendapat perhatian dan diprioritaskan untuk dibangun. Dengan dibangunnya sarana transportasi vital tersebut, hubungan antara desa dan kota akan semakin lancar. “Tingkat perekonomian masyarakat juga akan semakin baik,” katanya.
Walikota mengimbau kepada para kontraktor dan pengawas proyek, agar benar-benar bekerja dengan baik. Sehingga tidak ada pengerjaan proyek yang asal-asalan. Rachman juga tak mau sebuah proyek pembangunan yang dikerjakan setengah-setengah. “Harus menyeluruh, seperti Jl Payu Putat-Gunung Kemala yang kondisinya sangat bagus saat ini. Tentunya jalan tersebut akan bertahan lama, dan benar-benar melancarkan transportasi warga,” urainya.
Menurut Rachman, strategi pembangunan yang dipakai harus tepat, dan jangan sampai para kontraktor mempermainkan Pemkot Prabumulih dengan mengerjakan proyek asal-asalan. (nik/sripo)


















Tinggalkan Balasan