Kabupaten Banyuasin masih kekurangan tenaga PNS sebanyak 2.000 orang. Akibatnya banyak dinas, badan dan kantor yang diisi oleh para honor daerah (honda) dan tenaga harian lepas (THL).“Kekurangan tersebut masih banyak dirasakan oleh dinas dan kantor-kantor, guru-guru terpencil dan tim medis di daerah pedesaan. Kekurangan tersebut masih bisa ditanggulangi oleh para dinas dengan menerima tenaga THL. Sedangkan untuk honda, tidak bisa diterima lagi karena sudah ada PP yang mengaturnya yaitu PP 48/2005,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Banyuasin Leni Milani.
Banyuasin, kata Leni, baru memiliki PNS sebanyak 6.310. Rinciannya; 4.000 guru, 500 tenaga kesehatan, 200 penyuluh keluarga berencana, 200 penyuluh pertanian, dan sisanya bertugas di kantor dan unit pelaksana teknis dinas (UPTD).
Idealnya menurut Leni, Bumi Sedulang Setudung tersebut memiliki PNS sekitar 8.000 orang. Saat ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN), kata dia, sedang melakukan proses penandatanganan SK untuk CPNS. Adapun jumlah yang telah masuk dalam data base sebanyak 640 orang. Terpisah, Wabup Banyuasin HA Rachman Hasan mengatakan untuk saat ini Banyuasin masih memerlukan PNS di atas jumlah 6.000 orang. Kekurangan tersebut, tidak menjadi tolak ukur suatu kabupaten untuk tidak bisa berkarya. (jemi astuti/sindo)


















Tinggalkan Balasan