Para pemudik yang melintasi jalur lintas timur atau jalintim Sumatera Selatan kesulitan memperoleh bahan bakar premium dan solar. Hal ini terjadi karena dua stasiun pengisian bahan bakar untuk umum di jalintim wilayah Banyuasin terlambat menerima pasokan sehingga sempat kehabisan stok selama tiga jam. Padahal sebelumnya, Pertamina berjanji SPBU dapat beroperasi 24 jam.
Menurut Hasnan Habib (34), petugas stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Minggu (14/9), penjualan BBM jenis premium dan solar meningkat cukup tajam selama periode Lebaran.
“Kapasitas SPBU ini 90.000 liter, solar 30.000 liter, dan pertamax 15.000 liter. Biasanya habis dalam waktu dua-tiga pekan. Tapi karena Lebaran, penjualannya habis dalam waktu kurang dari dua pekan,” kata dia.
Ditambahkan, stok premium dan solar sudah habis sejak sebelum pukul 09.00. Sekitar tiga jam lamanya, dia memasang tanda “Premium dan Solar Habis” di pintu masuk SPBU karena pasokan tidak kunjung datang.
Sebelum tanda dipasang, lanjut Hasnan, banyak pengemudi, khususnya pemudik, yang terkecoh. Sampai menjelang pukul 12.00, truk pengangkut BBM dari Pertamina baru datang.
“Kesulitan memperoleh bahan bakar premium dan solar ini murni karena unsur keterlambatan pengiriman saja. Bukan karena kelangkaan dari pihak penyuplai,” kata dia.
Berdasarkan pengamatan sejak siang sampai menjelang sore, antrean kendaraan bermotor di dua SPBU wilayah jalintim sudah normal kembali.
Sidiq (34), pemudik asal Banda Aceh yang ditemui di tempat peristirahatan perbatasan Banyuasin-Palembang, menuturkan, kesulitannya memperoleh premium sesampainya masuk ke Provinsi Sumsel. Terakhir dia membeli premium di Medan.
“Di Jambi dan Betung, beberapa SPBU masih normal. Namun setelah masuk Pangkalan Balai, kami kesulitan mengisi bensin,” katanya. (ONI/kmps)


















Tinggalkan Balasan