Kelangkaan premium dan solar tidak hanya di Jambi dan Bengkulu saja kini mulai terjadi di Baturaja dan Lubuklinggau. Khusus di Lubuklinggau kelengkaan disebabkan ada supir angkutan umum yang membeli BBM secara berulang-ulang dalam waktu yang singkat.
Humas Pertamina Unit Pemasaran (Upms) II, Vega menuturkan kelangkaan premium dan solar di Bengkulu dimanfaatkan para supir angkutan umum dengan cara melakukan pengisian premium secara berulang-ulang dalam waktu singkat. Hal itu membuat demand (permintaan) kedua jenis BBM itu semakin tinggi. Para supir angkutan umum menjual kembali ke pedagang premium dan solar eceran.
“Itu hasil temuan di lapangan. Kami sudah meminta pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk benar-benar mengawasi angkutan umum yang nakal,” ungkap Vega.
Vega juga membantah kalau Pertamina melakukan pengurangan suplai atau pembatasan stok untuk SPBU. Untuk mengurangi antrian lebih panjang lagi dan semua pemilik kendaraan mendapatkan BBM yang dibutuhkan, Pertamina dan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sejak Sabtu akhir pekan lalu membatasi pembelian premium di SPBU yang antriannya panjang. Bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua hanya mendapatkan empat liter premium, mobil pribadi dan angkutan umum sebanyak 20 liter. (Arsep Pajario/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan