Provinsi Sumsel akan segera menggelar pasar murah minyak goreng bersubsidi di seluruh kabupaten/kota pada akhir Oktober. Wakil Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Duta Imar Nasution, Rabu (10/10), mengatakan, Sumsel mendapat dana Rp 400 juta untuk pelaksanaan pasar murah minyak goreng.
Menurut Duta Imar Nasution, rencananya pasar murah minyak goreng dilakukan di 35 titik di seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Setiap titik mendapat jatah minyak goreng bersubsidi sebanyak 5.000 liter. Pasar murah tersebut akan digelar dua kali.
Duta Imar Nasution mengungkapkan, mekanisme pasar murah dilakukan dengan mengumpulkan seluruh kabupaten/kota untuk dimintai data penduduk miskin. Selanjutnya kabupaten/kota menunjuk pengusaha yang akan memasok minyak goreng, kemudian membuat kontrak.
“Rapat koordinasi dilakukan tanggal 22 Oktober, jadi pelaksanaan pasar murah pada minggu-minggu setelah rapat. Tahap pertama pasar murah digelar di 35 titik, berikutnya di 35 titik lagi,” kata Duta Imar Nasution.
Menurut dia, harga jual minyak goreng akan ditentukan melalui pertemuan dengan pengusaha. Besarnya subsidi pemerintah adalah Rp 2.500. Misalnya harga minyak goreng Rp 8.400, maka harga minyak goreng bersubsidi hanya Rp 5.900.
Minyak goreng bersubsidi itu dijual dengan sistem kupon. Kupon berfungsi sebagai pertanggungjawaban ke Departemen Perdagangan berapa liter minyak goreng bersubsidi yang dijual. Setiap orang yang memiliki kupon boleh membeli satu liter atau dua liter minyak goreng sesuai dengan kemampuannya. (WAD/kmps)


















Tinggalkan Balasan