Menjelang bulan puasa dan lebaran pemerintah pusat mencanangkan minyak goreng (Migor) subsidi ke seluruh Indonesia, tak terkecuali Sumsel. Untuk itu Sumsel akan menerima 350 ton minyak goreng dalam dua kali pendistribusian. Hal tersebut diungkap Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Duta Imar pada Rabu (12/9). Menurutnya dalam dua hari ini akan dibicarakan sistim teknis penyalurannya. Namun, telah tersedia 35 titik untuk penyalurannya yang akan tersebar di 15 Kabupaten di Kabupaten kota. Meski demikian lokasi pembagian belum juga ditentukan.
“Saat ini kami telah menerima keputusan subsidi minyak goreng ke masyarakat Sumsel, hanya saja pembicaraan teknis tentang sistem pembagiannya masih membutuhkan pembicaraan dalam dalam dua hari ini,” kata Duta. Minyak sebanyak 350 ton tersebut akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama yang akan dilakukan serentak di 35 titik di seluruh Kabupaten. Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilakukan pada satu hari menjelang dua minggu petama dan hari berikutnya menjelang dua hari sebelum lebaran. “Setiap titik akan mendapat 5 ton setiap kali penyaluran, sehingga dalam satu kali penyaluran sebanyak 165 ton inyak goreng yang disuplai ke masyarakat,” katanya.
Lebih jauh ia mengatakan, minyak tersebut akan dijual dengan harga Rp 5.500 perkilonya. Selisih Rp 2.500 dari harga yang dijual distributor Rp 8 ribu. “Subsidi yang disediakan pemerintah hanya berkisar Rp 2.500 dari harga yang ditawarkan distributor, sehingga tidak mungkin jika minyak tersebut diberikan secara cuma-cuma. Menurutnya, keputusan tersebut dilakukan untuk menekan harga minyak selama bulan Ramadhan. Sehingga jika terjadi lonjalan tidak akan terlalu tinggi dan menyulitkan masyarakat. (cw5/sripo)


















Tinggalkan Balasan