Menghadapi arus mudik Lebaran, Kepala Terminal Bus Bakauheni memastikan sekitar 30 persen dari 143 armada bus yang melayani trayek Rajabasa-Bakauheni tidak laik jalan. Apabila tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut diduga dapat menghambat kelancaran arus mudik.
“Meski angka tersebut masih angka kasar, kami bisa memastikan kondisi bus-bus itu,” kata Kepala Terminal Bus Bakauheni Azhari Noer, Minggu (16/9).
Ketidaklaikan bus itu terlihat dari fasilitas dan kondisi fisik bus. Ketidaklaikan itu di antaranya kondisi mesin banyak yang sudah “sakit-sakitan”, tidak memiliki kaca jendela, ban gundul, dan tidak dilengkapi dengan kipas atau fasilitas penyejuk ruangan. Sampai sekarang bus itu masih tetap jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Mozes Herman mengatakan, untuk kenyamanan penumpang mudik Lebaran, dinas perhubungan menginstruksikan kepada setiap operator bus agar mempersiapkan armada bus yang dimiliki dengan cara melakukan uji kir. Imbauan itu ditujukan kepada bus untuk semua jurusan antarkota dalam provinsi dan antarkota antarprovinsi.
“Rencananya, uji kir itu dilakukan mulai Sabtu (15/9) hingga H-10. Dengan demikian, saat H-7 semua kendaraan angkutan umum sudah siap dan layak jalan,” kata Mozes.
Berbeda dengan bus jurusan Rajabasa-Bakauheni, bus Damri yang melayani jurusan antarkota antarprovinsi dan jurusan antarkota dalam provinsi sudah siap. “Kami siap mengoperasikan 43 dari 48 unit bus kelas bisnis, eksekutif, dan AC ekonomi,” kata Kepala Operasional Damri Lampung Suhartono.
Pada arus mudik Lebaran 2007, Damri akan melayani 925 trayek dengan jumlah penumpang diprediksi sekitar 23.269 orang. Damri juga menyiagakan 15 unit dari Gambir dan 10 unit dari Lampung. (hln/kompas)


















Tinggalkan Balasan