Hujan deras yang mengguyur Kota Pendopo, Kec. Talang Ubi, Kab. Muara Enim sejak kemarin telah mengakibatkan banjir besar. Akibat banjir tersebut ratusan rumah di tiga desa, yakni Desa Talang Tumbuh dan Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat, Desa Talang Beracung Kelurahan Talang Ubi Selatan dan Daerah Kawasan Terminal dan Simpang Empat Kelurahan Talang Ubi Timur Kota Pendopo terendam banjir dengan kedalaman sekitar 2-6 meter.
Selain merendam ratusan rumah, delapan rumah roboh akibat terjangan air saat banjir datang. Banjir itu juga diiringi terjadinya tanah longsor di Desa Talang Tumbuh Kecamatan Talang Ubi Barat. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas di Kota Pendopo sempat terganggu tidak bisa dilalui mobil.
Peristiwa banjir ini tidak menelan korban jiwa, tetapi banyak warga yang terluka akibat terkena benda tajam yang terbawa arus air. Saat ini para korban banjir telah dirawat di Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Muara Enim dan PT Pertamina JOB Pendopo, sedangkan para korban telah dievakuasi di posko bantuan bencana alam yang dibuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim dan PT Pertamina JOB Pendopo.
Salah seorang warga Desa Talang Pipa, Ridwan mengatakan, banjir terjadi karena hujan menguyur Kota Pendopo sejak tengah malam kemarin, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari menjelang sahur warga melihat air sudah meluap dan banyak merendam rumah penduduk. ”Pada saat itu, banyak warga panik dan ketakutan sehingga berupaya menyelamatkan diri,” kata Ridwan.
Sementara, Camat Talang Ubi Drs Iqbal mengatakan, jumlah rumah yang terendam banjir di tiga kelurahan tersebut belum diketahui secara pasti jumlahnya. ”Sampai sekarang kita masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah warga yang menjadi korban banjir, namun data sementara pihak kecamatan yang diterima rumah warga yang terendam di wilayah kelurahan Talang Ubi Barat mencapai 600 buah dan delapan rumah panggung terbuat dari kayu roboh terseret arus air.
Sedangkan di kelurahan lainnya masih dilakukan pendataan secara terperinci. Bupati Muara Enim Kalamudin Djinab, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Afsal Gusti Arli, Anggota DPRD Drs Soemarjono, Field Manager PT Pertamina Pendopo Suprapto, Kapolsek Talang Ubi Iptu Agus, dan unsur muspida Muara Enim langsung menuju lokasi kejadian banjir di tiga desa. Bupati juga menggelar rapat tanggap darurat banjir.
Bupati mengatakan, ada dua langkah yang segera dilakukan Pemkab Muara Enim yakni, langkah jangka pendek berupa penanganan gawat darurat (emergency) dengan membentuk empat posko di tiap kelurahan yang terkena banjir. ”Di setiap posko nantinya terdapat posko tenaga kesehatan, posko dapur umum dan posko keamanan,” ujar Kalamudin, kemarin.
Sedangkan langkah penanggulangan jangka panjang akan memperbaiki sistem drainase Sungai Abab. Selain itu, kata dia, warga korban banjir juga akan ditempatkan tenda-tenda yang telah dibangun PT Pertamina JOB Pendopo. ”Dalam perbaikan sistem drainase Pemkab Muara Enim juga mengharapkan bantuan dari manajemen PT Pertamina JOB Pendopo,karena banjir banyak terjadi di areal PT Pertamina,” ungkapnya. (hengky chandra agoes/sindo)


















Tinggalkan Balasan ke darmaBatalkan balasan