
Perusahaan penerbitan PT Kreasi Imaji Sakti yang tergabung dalam Femina Group menerbitkan komik “The 99” atas lisensi dari Teshkeel Media Group asal Kuwait yang berkantor pusat di Uni Emirat Arab.
Konsep penerbitan komik “The 99” tumbuh dari kesadaran adanya kekosongan pada media anak-anak dan remaja Dunia Islam terhadap karakter pahlawan tangguh (superhero) fiktif dan seolah tak berdaya mengimbangi invasi karakter sejenis dari Barat semisal Superman, Spiderman, atau Batman.
Direktur Femina Group Svida Alisjahbana menuturkan perusahaannya menangkap semangat “The 99” dan sangat gembira dapat menerbitkan cerita yang memberikan ajaran positif bagi anak-anak dan remaja dari keluarga muslim.
Isi komik itu diilhami ajaran agama Islam dan mengambil inspirasi dari 99 asma Allah SWT (asmaul husna). “Terlebih menjelang bulan puasa seperti sekarang ini,” kata Yudha Kartohadiprodjo, Pemimpin Umum PT Kreasi Imaji Sakti.
Komik “The 99” menceritakan tentang pahlawan-pahlawan super yang mendapat kekuatan dari permata nur yang diciptakan di Baghdad, Irak pada tahun 1258 Masehi.
Pahlawan-pahlawan super itu bersatu untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera melawan tokoh antagonis Rughal dan antek-anteknya.
Kelompok Media Teshkeel pertama kali menerbitkan “The 99” pada bulan Juni 2006 dan sejumlah tokoh pahlawan fiktif dari berbagai negara dalam komik itu antara lain bernama Raqib (Kanada), Widad (Filipina), Jami (Hongaria), Soora (AS), Darr (AS), Hadya (Inggris), Noora (Emirat Arab), Fatah (Indonesia), Bari (Afrika Selatan), Sami (Prancis), Jabbar (asal Arab Saudi yang kemudian bermukim di Prancis), dan Mumita (Portugal).
Teshkeel telah menerbitkan 12 serial komik “The 99” dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, sedangkan Femina Group selaku perusahaan pertama yang mendapatkan lisensi dari Teshkeel baru mengeluarkan edisi perdana “The 99” pada 5 September 2007. “Komik ini akan diterbitkan bulanan dengan kelanjutan cerita-cerita yang menarik,” kata Yudha.
Dalam komik edisi perdana yang diberi judul “Legenda The 99 Dimulai” dikisahkan fakta sejarah ketika bala tentara Kerajaan Mongolia Hulagu Khan menghancurkan pusat pengetahuan dan kemajuan peradaban Islam di Baghdad pada tahun 1258. Dari fakta sejarah itu kemudian disisipi legenda yang mendasari komik ini bahwa terdapat sejumlah kaum terpelajar Huras Al-Hikma menyembunyikan informasi ilmu pengetahuan ke dalam 99 permata ajaib.
Mereka pun mendirikan benteng agung pengetahuan, Husn Al-Ma’rifa dengan memasang 99 permata itu pada kubah benteng. Benteng itu bertahan hingga 1491 dan kemudian runtuh setelah Rughal yang menjaga benteng itu ingin mendapatkan keajaiban dari permata yang memancarkan sinar (permata nur) itu.
Namun Rughal tak dapat ditemukan dan tak ada yang tahu apa yang terjadi padanya. Kaum Huras tercerai-berai ke seluruh penjuru dunia, permata-permatanya pun berserakan entah di mana, hingga zaman modern di era milenium ketiga.
Adalah Doktor Ramzi Razeem yang masih keturunan kaum Huras terus mencari permata-permata itu, hingga ia menemukan Jabbar, pemuda berperawakan raksasa yang memiliki kekuatan fisik luar biasa. Ternyata di dalam tubuhnya terkandung serpihan-serpihan permata tersebut. “Kita akan mengubah dunia,” kata Ramzi kepada Jabbar yang menjadi “The 99” yang pertama.
Hal lain yang menarik dari komik ini adalah adanya karakter pahlawan tangguh asal Indonesia bernama Fatah. “Cerita tentang Fatah baru bisa diikuti pada komik ke delapan,” kata Yudha.
Ia mengatakan, karakter Fatah akan berbeda dengan komik aslinya karena dalam komik edisi aslinya kurang sesuai dengan budaya Indonesia, sehingga perlu dilakukan penyesuaian karakter dan pihak Teshkeel menyetujui.
Lantaran ceritanya yang unik dan keberhasilannya menggabungkan format pahlawan super barat dengan budaya Arab, komik itu telah mendapatkan sambutan hangat dan peliputan penuh dari media internasional seperti Time, CNN, International Herald Tribune, maupun media-media terkemuka di Jazirah Arab seperti Emirates Today, ArabAd, dan Kuwait Times.
Dalam komik perdana terdapat pengantar dari pencipta “The 99” Dr. Naif Al-Mutawa, sekaligus pemilik perusahaan Teshkeel. “Superhero-superhero The 99 tidak dibentuk mengikuti gaya Bara yang individualis seperti Superman, Batman dan sejenisnya, maupun mengikuti pola Asia Timur ala Pokemon yang menjadikan kerjasama dan nilai-nilai kebersamaan di atas segalanya. The 99 merupakan pertemuan atnara TImur dan Barat, kompromi berlandaskan Islam dan kondisi geografis Timur Tengah,” kata doktor Psikogi Klinis dari Universitas Columbia, AS itu.
Naif berharap “The 99” mampu melayani seperempat lebih penduduk dunia yang memeluk agama Islam. Dengan karakter-karakter yang sengaja diciptakan melampaui batas-batas bahasa dan budaya, mereka menyampaikan pesan moral berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam pada pembacanya, kata Naif.
Buku-buku lain tentang seri anak-anak karya Naif saat ini dipakai pada setiap sekolah di dunia Arab dan menjadi bahan referensi pada kelas pendidikan dosen tingkat magister di berbagai universitas, termasuk American University di Beirut. Karir menulis cerita fiksinya dimulai dari seri buku anak yang mengenalkan konsep toleransi.
Komik yang diterbitkan oleh Femina Group itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan akan dipasarkan di dalam negeri dan Malaysia. “Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sehingga logis bagi pengembangan kami dari Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata Naif Al-Mutawa.
Cukup banyak penerbit yang berminat menerbitkan komik “The 99” di Indonesia tetapi pilihan jatuh kepada Femina Group karena telah terbukti sukses dalam kerjasama lisensi penerbitan majalah “Reader’s Digest”, “Men’s Health”, dan lain-lain.
Yudha menambahkan, komik “The 99” edisi perdana dicetak sebanyak 25 ribu eksemplar dan ia optimistis akan mendapatkan sambutan positif masyarakat, terlebih ilustrasi dan grafisnya dikerjakan oleh tim kreasi dari Marvel Entertainment yang sukses dengan Spiderman, Fantastic 4, The Hulk, dan The X-Men. “Sebenarnya dari corak ilustrasinya, masyarakat sudah tidak asing dengan komik ini karena dikerjakan oleh perusahaan Marvel yang mendunia.
Sedangkan isi cerita yang benar-benar baru diharapkan bisa membuat masyarakat ingin menyimaknya,” kata Sigit Widodo, Pemimpin Redaksi Kreasi Imaji Sakti. Antara/yto









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan