KIRIMAN SEDEKAH PAHALA BAGI ORANG YANG TELAH MENINGGAL
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لِأُمِّ سَعْد
ٍ
Dari Sa’d bin Ubadah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku yaitu Ummu Sa’d telah meninggal dunia, maka sedekah apakah yang paling utama (baginya)? Beliau bersabda, “Air.” Kemudian Sa’d menggali sumur dan berkata, “Ini untuk Ummu Sa’d.”
Hadits riwayat Imam Abu Daud dan Imam an-Nasa’i
Hadits di atas membuktikan bahwasanya amalan orang yang masih hidup bermanfaat bagi orang yang telah meninggal.
Namun tidak semua umat Islam mampu untuk menggali sumur sedangkan Islam adalah agama yang mengayomi semua lapisan baik yang kaya maupun yang miskin, jika muslimin kaya mampu bersedekah dengan hartanya, tentu muslimin yang miskin ada cara agar mereka juga bisa bersedekah.
Seperti yang dijelaskan dalam hadist sahih riwayat imam Muslim
Rasulullah ﷺ bersabda :
إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً
Sesungguhnya pada setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah.
والله أعلم….
Abu Muhammad Al-Maduri


















Tinggalkan Balasan