Potensi sumber daya bidang pertanian dalam arti luas, yang terdapat di Musirawas cukup menjanjikan. Luasnya areal pertanian padi yang didukung oleh saluran irigasi teknis, perkebunan sawit, peternakan ikan nila, dan potensi di bidang pertanian lainnya, menjadikan Musirawas sebagai salah satu daerah lumbung pangan, yang menjadi penopang ketahanan pangan di Sumsel secara umum.
Namun, besarnya potensi di bidang pertanian dalam arti luas tersebut, belum menjadikan kehidupan para petaninya lebih sejahtera. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah dan kebijakan agar kehidupan petani menjadi lebih baik, dan bidang pertanian bisa berkembang secara maksimal.
Berawal dari pemikiran itu, Bupati Musirawas Ridwan Mukti, berupaya melakukan terobosan-terobosan, antara lain menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk diajak bekerjasama, dalam mengembangkan potensi bidang pertanian yang dimiliki oleh “Bumi Lan Serasan Sekentenan” ini.
“Musirawas sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Sumsel. Dan kita tahu, IPB merupakan salah satu lembaga yang menjadi rujukan ahli-ahli di bidang pertanian. Oleh karena itu, kita perlu atensi dari IPB, dengan cara bekerjasama, untuk pengembangan bidang pertanian dalam arti luas di Musirawas. Kerjasama ini untuk jangka waktu lima tahun ke depan,” papar Bupati Musirawas, Ridwan Mukti, seusai penandatanganan nashkah kesepahaman antara Pemkab Musirawas dengan Rektor IPB, bertempat di Pendopoan Rumah Dinas, Kamis (19/3).
Ridwan mencontohkan, besarnya potensi pertanian di Musirawas dapat terlihat dari kemampuan memproduksi beras. Disebutkan, pada Tahun 2008, Musirawas mengalami surplus produksi beras 120 ton. Lahan pertanian yang ada selama ini ditopang oleh irigasi teknis Watervang, yang dapat mengairi 20.000 hektare areal persawahan.
“Dan sedang dalam tahap pembangunan irigasi baru yaitu irigasi Sungai Lakitan. Kemudian sudah selesai pula tahapan Detail Enginering Design (DED) untuk pembangunan irigasi Sungai Rawas. Artinya, potensi sumber daya pertanian bisa lebih dikembangkan. Untuk itu, Musirawas memerlukan tenaga ahli, agar pengelolaan bidang pertanian bisa lebih maksimal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Heri Suhardianto, MSc, mengatakan pihaknya siap untuk mendukung program pertanian di Musirawas. Visi Kabupaten Musirawas, yaitu “Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat dan Perekonomian Daerah Berbasis Agraris”, menurutnya sangat menarik. “Kerjasama IPB dengan segala potensi yang kita miliki, kami memiliki sumber daya manusia (SDM) yang barangkali berguna di Musirawas,” katanya.
Hadir saat penandatanganan kerjasama antara Pemkab Musirawas-IPB antara lain, Dr Ir Prastowo, M.Eng; Waka LPPM IPB Ir Amir Sartono; Direktur Utama PT Inacon Luhur Pratiwi (perusahaan konsultan wadah himpunan alumni IPB), serta sejumlah pejabat dan instansi terkait di Pemkab Musirawas.***(sripo)


















One response to “Pemkab Musirawas Gandeng Institut Pertanian”
bukannya Unsri punya Fakultas Pertanian, kenapa ga digandeng juga? emang kalah kelas sih ama IPB, tapi setidaknya dengan menggandeng keduanya selain menghormati institusi provinsi sendiri juga akan meningkatkan kemampuan Fak. Pertanian Unsri dengan kerja bareng IPB..
jadi, seolah-olah Bupati Musirawas melangkahi Unsri sebagai kebanggaan rakyat Sumsel..tapi semoga yang terjadi tidak begitu. Saya warga Palembang, bangga melihat prestasi Musirawas. Salut dengan adanya Bupati yang visioner dan pintar seperti Ridwan Mukti. Semoga nanti dapat kesempatan belajar langsung dari beliau…sukses buat Sumsel dan infokito!