Yuniarso dalam Cinderamata 250 Tahun Kota Jogjakarta (1756-2006), menyebutkan bahwa sejarah pernah merekam keandalan pasukan itu saat pertempuran di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, Desember 1751. Ketika itu, komandan pasukan Belanda Mayor Klerck berhadapan langsung dengan abdi dalem Mantrijero bernama Wiradigda.
Tombak Wiradigda berhasil menusuk bahu sang komandan hingga pedang marsose dalam genggamannya terjatuh. Mayor Klerck kemudian mengambil pistol dan mengarahkannya ke Wiradigda. Namun pada saat yang tepat, prajurit bernama Prawirarana berhasil menusukkan tombak ke leher sang musuh hingga tewas seketika.
Tombak itu kini diabadikan sebagai salah satu pusaka Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan nama Kanjeng Kyai Klerek. Setelah peristiwa pendudukan keraton oleh Inggris, kekuatan bersenjata keraton menyusut drastis. Yogyakarta tidak lagi dibenarkan memiliki angkatan bersenjata yang kuat. (*/berbagai sumber/N-4-mediaindonesia)












![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan