infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Aset Kota Palembang Tahun 2008 Capai Rp3,6 Triliun

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Berbagai aset kota Palembang, kategori bergerak dan tidak bergerak, hingga akhir tahun 2008 ini mencapai angka Rp3,6 Triliun. Jumlah ini meningkat pesat dari tahun 2005 lalu, di mana aset kota empek-empek ini hanya mencapai Rp2,3 Triliun.

“Angka Rp3,6 Triliun itu kemungkinan lebih. Karena yang di hitung ialah aset yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Aset bersifat sengketa, atau hibah namun belum berizin resmi, belum tidak masuk hitungan,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan Setda Kota, Drs Lukman MM kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin (12/11).

Nilai aset yang paling berharga, dikatakan Lukman dari jenis aset tak bergerak, terutama tanah. Mulai dari tanah yang di bangung perkantoran, gedung, taman. Tanah ini, di yakini, harganya semakin meningkat. “Ada juga tanah perkuburan, tapi tidak ada harganya,” ucap Lukman berseloroh.

Meski begitu secara lugas ia mengatakan, tidak seluruh aset tanah milik Pemkot ditandai dengan plank khusus seperti di minta DPRD. Dikatakan Lukman, hingga kini, Pemkot masih kesulitan masalah dana.
Mengenai, meningkatnya nilai aset dari tahun 2005, hingga kini, karena banyaknya pembebasan lahan, seperti pelebaran jalan, dan pembangunan lain di lakukan Pemkot. Tanah yang sudah dibeli, tentu saja menjadi aset Pemkot. “Inventarisir kita lakukan tiap dua tahun sekali. Artinya, tahun 2009 nanti, kita lakukan inventarisir lagi. Anggaran sudah diajukan pada RPABD 2009 sebesar Rp250 juta,”.

Sedangkan aset bergerak seperti kendaraan, baik mobil, motor dan lainya, harganya lanjut Lukman diyakini akan mengalami penyusutan. Termasuk masalah gedung perkantoran. “Jumlah items kendaraan, alat lain, termasuk ATK (Alat Tulis Kendaraan) yang juga masuk hitungan, jumlahnya ribuan. Bukunya saja, ada dua, tapi tebalnya sebesar kepalan tangan,” ungkapnya.

Hingga kini, Pemkot belum menetapkan jangka waktu penggunaan kendaraan terutama mobil. Selagi masih dapat digunakan, mobil dapat terus di pakai para pejabat. “Beda sama perusahaan yang menerapkan jangka waktu. Misalkan, lima tahun, atau jangka sepuluh tahun di ganti baru. Di Pemkot, jika memang tidak bisa di gunakan lagi, baru dilelang,”.

Nah, salah satu aset yang bakal ditambah, tentu saja pembelian mobil dinas bagi pejabat teras Pemkot. Hingga kini, minimal enam kendaraan, senilai Rp1 M, telah di ajukan pada RPABD 2009. Rincianya, lima mobil, empat bagi staf ahli walikota yang baru saja dilantik, serta satu untuk asisten Kesejahteraan Sosial (Kesra) atau Ass IV. Lima kendaraan di siapkan, jenis mini bus, 2.000 cc. Satu kendaraan dianggarkan Rp200 juta.

Satu kendaraan lainya, diperuntukan bagi Wakil Walikota Palembang, H Romi Herton, jenis jeep, antara 2.500 hingga 3.000 cc. “Seharusnya kendaraan pak Tolha Hasan (mantan Wawako) digunakan Pak Romi. Karena pak Romi, suka berada di lapangan, maka di beliah, kendaraan jenis jeep. Mobil pak Tolha dulu akan dijadikan kendaraan bagi tamu,” ungkapnya.

Namun, pembelian mobil ini, belum termasuk dari dinas yang berada di bawah naungan Pemkot. Masalahnya, seluruh dinas, langsung menggangarkan dana untuk membeli kendaraan di butuhkan. (mg17/sumeks)

46 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca