Keelokan wisata alam nan asri dari taman Wisata Danau Ranau, seakan tenggelam dalam riuhnya Visit Musi 2008, minimnya Promosi dan juga Inovasi dalam pengelolaan wisata itu dituding menjadi penyebabnya. Ketua DPRD OKUS HA Wahab Nawawi SSos MM menyatakan bahwa Danau Ranau butuh Investor terkait recovery danau ranau terkait pembangunan Fisik dan promosi. Dirinya meminta Dinas terkait untuk lebih kreatif dan inovatif agar recovery tempat wisata tersebut lebih maksimal.
Lebih lanjut dalam penjelasan resmi ini Wahab ditemani oleh beberapa Wakil dari setiap komisi, yaitu Al Juandi dari Komisi I, Sugirikso dari Komisi II dan Meriadi dari Komisi III. Wahab menyatakan bahwa selama ini SKPD yang membidangi masalah ini yaitu Dinas Pariwisata belum mempunyai keinginan yang kuat, terbukti belum adanya investor yang berminat melakukan investasi untuk pembangunan kawasan wisata tersebut. Padahal apa yang dimiliki oleh Danau tersebut punya nilai wisata yang eksotis dan masih asri, seharusnya menurut wahab ada Inovasi kreatif agar ada perubahan terkait hal itu.
Begitu banyak yang bisa dilakukan oleh Dinas pariwisata sebagai leading sector dibidang ini, seperti membuat website khusus. Selain itu ikut dalam pameran pariwisata, membuat leaflet khusus, kalender, bulletin, ataupun memasang iklan di bandara. Sehingga bukan hanya Investor yang tertarik, namun calon Wisatawan Domestic ataupun mancanegara akan tertarik dan mendatangi kawasan wisata tersebut.
Terpenting adalah hal tersebut akan menambah PAD OKU Selatan sendiri, kalaupun memang Dinas pariwisata dapat membuat inovasi dan gebarakan yang baik seperti itu, dirinya dan Anggota DPRD OKUS yang lain akan mendukung sepenuhnya, ” Dengan promosi yang baik tapi tepat sasaran, investor dan wisatawan akan datang ke OKU Selatan dan PAD pun bisa meningkat,” ujar Wahab
Senada dengan itu Al Juandi berkomentar lebih keras, terkait recovery danau ranau tersebut jangan hanya mengadakan seremony acara ataupun festival apapun yang menghabiskan biaya jutaan rupiah. Namun tidak mendatangkan hasil baik untuk mendatangkan investor maupun maupun wisatwan. Menurut Al Juandi hal-hal yang berkaitan denagn promosi adalah hal-hal yang seharusnya sudah dipahami oleh Dinas pariwisata. Dirinya menyatakan bahwa pembuatan website ada yang gratis, kalaupun harus bayar hanya empat juta rupiah namun hasil yang dicapai luar biasa.
Menurut Al Juandi karena jutaan mata sekarang perharinya berada didepan layar computer untuk browsing internet, jadi itu peluang agar Wisata danau ranau terlihat keberadaan dan keindahannya. Tidak hanya oleh orang Indonesia namun jutaan manusia dibelahan dunia manapun, “ Promosi harus efektif efisien dan tepat sasaran, sehingga tidak ada pemborosan,” ujar al Juandi diamini oleh yang lain.
Ketika kami mewawancarai sebagian masyarakat, mereka membenarkan bahwa selama ini promosi danau ranau hanya pada acara ini dan itu, tapi tidak ada promosi berarti. Promosi tersebut seperti kalender atau leaflet maupun Promotion Board pariwisata di pintu masuk OKU selatan, yang bisa menjadi petunjuk bagi siapapun yang memasuki OKU Selatan, bahwa banyak tempat yang Indah di OKU Selatan, seperti kawasan Wisata danau ranau.
Dirinya meminta semua pejabat tidak saling menyalahkan namun bersama-sama merumuskan bagaimana recovery Danau ranau serta menjadikan tempat tersebut sebagai aset utama OKU Selatan. Sehingga pengelolaaannya bisa maksimal,” ujar Benny warga Kisau.
Kami berusaha meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas pariwisata Yusuf Arni Ms, terkait tudingan beberapa pihak yang menyatakan bahwa dirinya kurang maksimal dalam melakukan pengelolaan danau ranau. Namun sayangnya ketika beberapa kali ingin ditemui, Yusuf tidak bisa ditemui karena alasan sibuk dan juga ketika dikonfirmasi via telpon, nomer HP Kepala Dinas tersebut belum bisa dihubungi. (fedrik adhar/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan ke sairanauBatalkan balasan