Bank Syariah Mandiri (BSM) terpilih menjadi bank syariah terbaik dalam ajang The 5th Islamic Financial Award and Cup (IFAC) 2008 yang dilaksanakan oleh Karim Business Consulting (KBC). Direktur KBC, Adiwarman A Karim menyatakan, bank terbaik harus lolos lima kriteria. Kelimanya adalah memiliki return on asset dan return on equity yang baik, tingkat efisiensi yang baik, tingkat kehati-hatian (prudent) yang baik, ekspansif, dan memiliki pangsa pasar serta dana pihak ketiga yang tinggi.
Dalam penilaian KBC, Karim mengakui BSM sedikit di bawah Bank Mega Syariah untuk tiga kriteria awal. Namun di dua kriteria selanjutnya, BSM unggul jauh di atas yang lain. ”Jadi secara keseluruhan, yang menang adalah Bank Syariah Mandiri,” ujar Adiwarman.
Penilaian yang dilakukan dalam ajang IFAC, menurut Adiwarman dilakukan di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Malang, Makasar, dan Medan. Mulai tahun ini, penilaian bukan hanya berdasarkan kinerja keuangan tapi juga kualitas pelayanan.
Dalam menilai kualitas pelayanan, menurut Adiwarman, digunakan dua metoda. Pertama, menyebarkan periset untuk melakukan penilaian tersembunyi ke berbagai lembaga syariah. Kedua, memberikan kuesioner kepada nasabah.
Penilaian tersebut juga memunculkan banyak hal. Salah satunya, menurut Adiwarman, adalah agresivitas lembaga syariah asing di bidang asuransi. Ia menyebutkan, Prudential Syariah yang baru beroperasi empat bulan saat penilaian, sudah memiliki aset Rp 496 miliar dengan premi produksi Rp 400 miliar. Karena itu, Prudential Syariah mendapat anugrah IFAC tahun ini untuk kategori pendatang baru paling agresif. ”Agresivitas Prudential Syariah, melebihi pendahulunya, yakni Takaful yang berusia 15 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur BSM, M Haryoko mengaku bersyukur atas penganugerahan BSM menjadi bank umum syariah terbaik versi KBC. Menurutnya, sepanjang tahun lalu, memang berbagai indikator kinerja bisnis menunjukkan performa signifikan. Bahkan, sebagian besar melampaui target yang ditetapkan sekitar 120 persen lebih.
”Tahun lalu, kita memang konsentrasi untuk meningkatkan bisnis kita. Hampir di semua lini, kinerja bisnis melampaui target,” ujarnya. Haryoko menyebutkan, kinerja BSM bahkan terus menunjukkan peningkatan performa. Diantaranya penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan yang naik hingga 130 persen. aru***Republika


















Tinggalkan Balasan