Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin NS mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. Upaya-upaya tersebut antara lain penambahan tenaga bidan pegawai tidak tetap (PTT) untuk ditempatkan di desa-desa.” Pada 2007 ini, lebih dari 500 orang bidan telah kita rekrut dan ditempatkan di desa-desa, menambah desa-desa yang telah mempunyai tenaga bidan,” jelas Mahyuddin.
Menurut dia, kondisi saat ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, hampir 90% desa telah memiliki bidan desa yang tersebar di 2.517 desa dan 322 kelurahan se-Sumsel. Selain itu, tambah Mahyuddin, kesiapan rumah sakit daerah kabupaten/kota dalam menanggulangi kasus gawat darurat kebidanan juga telah ditingkatkan.
Kondisi saat ini, 10 RSUD kabupaten dan kota telah mempunyai tenaga dokter spesialis kebidanan dan dokter anak serta mempunyai kamar operasi kebidanan. Sedangkan kabupaten yang belum mempunyai rumah sakit, yaitu Kab Empat Lawang dan OKU Selatan.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan darah, tambah Mahyuddin, di setiap RSUD telah ada bank darah, termasuk kesiapsiagaan menurunkan angka kematian ibu adalah membentuk lembaga donor darah PMI di setiap kabupaten dan kota guna memenuhi kebutuhan darah bagi ibu-ibu yang melahirkan. ”Yang jelas, Pemprov sangat concern dengan kesehatan ibu-ibu dan anak ini,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumsel Syaiful Islam mengaku sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemrov Sumsel dalam pembangunan kesehatan di Sumsel ini. Apalagi bidang kesehatan tersebut memang sangat bersentuhan dengan rakyat. Menurut Syaiful, penempatan bidan desa tersebut sudah sangat tepat. Mengingat peranannya sangat penting dalam membantu masyarakat di desa. (alfrenzi panggarbesi/sindo)


















Tinggalkan Balasan