infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Ada Jual Beli Bayi di Pipareja

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Bisnis jual beli bayi sudah menjadi rahasia umum di kawasan Sirnaraga, Kelurahan Pipareja, Kecamatan Kemuning. Bayi berumur sebulan sampai setahun dihargai Rp 1,5 juta-Rp5 juta. Janin dalam kandungan pun bisa dipesan asal pembeli berani menanggung biaya perawatan dan persalinan.

Ada tiga modus jual beli bayi di kawasan itu. Pesan janin dalam kandungan, beli orok yang baru lahir langsung berurusan dengan orangtua bayi, atau melalui makelar. Khusus makelar, ada dua jasa yang dapat dipakai. Tenaga warga setempat atau seorang bidan yang membuka praktik di kawasan Sirnaraga.

Harga yang dipatok para makelar ini pastinya lebih tinggi karena mereka meminta uang jasa. Jika bertransaksi dengan orangtua bayi harganya Rp 1,5 juta-Rp2 juta, di tangan makelar harga seorang bayi melambung tinggi mencapai Rp5 juta.

Informasi tentang bisnis jual beli bayi itu diterima wartawan Sripo dari seorang pembaca. Berbekal informasi itulah, dalam penelusuran investigasi, Rabu (12/3) Kamis (13/3), ternyata transaksi bayi di kawasan itu sudah menjadi rahasia umum.

Wati (bukan nama sebenarnya) salah seorang warga di RT 25 Rw 07 yang didatangi tim Sripo langsung menawarkan janin yang sedang dikandung tetangganya. Awalnya, ia mengaku tidak tahu, tetapi setelah diyakinkan, Wati terbuka juga meski masih terkesan hati-hati dan menolak mengantarkan langsung ke rumah tetangga yang dimaksud.

“Jangan sekarang. Tinggalkan saja nomor telepon, nanti saya hubungi,” kata Wati yang putra bungsunya, Mul -saat ini berusia 3 tahun- sempat ditawar pembeli ketika berusia sebulan. “Tapi tidak jadi. Saya tidak tega berpisah dengan Mul,” imbuh ibu yang telah memiliki enam anak ini. Suaminya, menganggukkan kepala.

Informasi yang sama diperoleh Sripo dari sejumlah ibu rumah tangga lainnya. Tiga orang perempuan yang sedang duduk di beranda rumah Oj, sekitar 100 meter dari rumah Rus, langsung antusias menanggapi saat Sripo mengungkap keinginan mengadopsi anak. Mereka lantas bercerita tentang transaksi yang pernah berlangsung.

Rosida (53) salah seorang di antaranya, mengatakan, transaksi jual beli anak mulai marak sejak dua tahun yang lalu ketika Oj menjual putra bungsunya. Rosida sendiri adalah seorang makelar jual beli bayi di kawasan itu.

Mereka menyebut sedikitnya enam nama ibu rumah tangga yang pernah menjual bayinya. Satu nama yang paling sering disebuat adalah Wati. Namun, Rosida, Hindun, dan Lena enggan menunjukkan kediaman Wati.

Menurut Hindun, transaksi jual beli bayi tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Janin dapat dipesan dalam kandungan dengan syarat si pembeli bersedia membayar biaya perawatan, makan, check up ke bidan, dan bersalin. Pada akhirnya, ketika lahir pembeli tinggal membayar Rp 1,5 juta.

“Masalah harga tidak usah dipikirkan. Asal cocok, jadi. Kisarannya ya tidak lebih dari Rp 5 juta. Di sini banyak ibu yang tidak sanggup mengurus anaknya,” kata Hindun.

Warga mengungkapkan, ibu-ibu yang sedang mengandung biasanya didatangi oleh makelar bayi untuk dibantu penjualannya. Sripo juga disarankan untuk memesan bayi pada salah seorang bidan yang membuka praktik di kawasan itu. Seorang ibu yang baru melahirkan dan hendak menjual anaknya biasa menitip pesan pada sang bidan.

Untuk bayi, transaksi dilakukan atas dasar kecocokan harga setelah pembeli melihat kondisi pisik bayi. Perjanjian dibubuhkan di atas kertas disaksikan ketua RT setempat dan sejumlah saksi. Setelah dibeli, sang ibu tidak boleh menuntut untuk mengambil anaknya lagi.

Dengan lugas suami istri ini mengatakan bila menginginkan bayi harus sabar dan lagi-lagi meminta Sripo meninggalkan nomor telepon. “Wah terlambat, kalau bulan-bulan kemarin banyak. Sekarang belum ada yang mau jual. Saya akan carikan bayi seperti yang diminta,” ujarnya.

Kelurahan Pipareja dapat dicapai lewat Jl Angkatan 66 Sekip Ujung. Data terakhir di kantor kelurahan, terdapat sebanyak 14.927 jiwa yang mendiami wilayah seluas 200 hektar dengan 37 RT itu. 40 persen warga bekerja sebagai buruh harian lepas.

Dari 3.593 kepala keluarga (KK), peserta keluarga berencana (KB) aktif menurut jenis alat kontrasepsi hanya tercatat sebanyak 1006 KK. Angka kelahiran bulan Februari lalu, yang tercatat di kelurahan, sebanyak 7 orang. Namun, diperkirakan angka kelahiran bayi lebih dari itu karena warga enggan melapor ke kelurahan.

“Kebanyakan mereka langsung bikin akta lewat bidan. Saya belum dengar kalau ada jual beli bayi seperti itu. Yang jelas, itu ilegal dan pasti mereka diam-diam,” kata Aris Satria, Plt Lurah Kelurahan Pipareja.
(sta/ahf/SRIPO)

•••

373 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

5 responses to “Ada Jual Beli Bayi di Pipareja”

  1. Avatar nita

    omg, ketua rt juga ikut terlibat??

  2. Avatar leelly
    leelly

    wah… jangan-jangan ntar 10 atau 20 tahun kedepan bakalan menjamur galery-galery atau butik-butik yang menjual bayi di palembang ini… bersaing sama butik-butik pakaian atau galery-galery lainnya… hhihihiihi……

    entah fenomena apa ini namanya, yang pasti semua pasti berdalih kepada kebutuhan hidup dan ekonomi….. kenapa ekonomi dan kebutuhan hidup selalu jadi kambing hitam ya????

  3. Avatar asuna17
    asuna17

    Harus segera diberantas nich,… klo tidak bisa2 terjadi penculikan bayi-2 dan anak2 yang akan merambat ke anak kandung kita…!
    http://www.infogue.com/masalah_sosial_budaya/ada_jual_beli_bayi_di_pipareja/

  4. Avatar rita
    rita

    teganya oh teganya, sy hanya bisa bilang semiskin miskinnya kita jgn sampelah kita miskin hati sampe tega jual anak sendiri. bertobatlah wahai orang-orang yang sudah berbuat dosa, ingat akan azab dari Allah itu akan datang padamu…!!!

  5. Avatar terserah
    terserah

    wew

Tinggalkan Balasan ke leellyBatalkan balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca