Setelah ditetapkan dalam status waspada, Gunung Kerinci dinyatakan ditutup untuk kegiatan pendakian, hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Kegiatan pendakian dialihkan sementara ke Gunung Tujuh, yang juga masih berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Surono mengemukakan, intensitas semburan abu dan asap Gunung Kerinci meningkat. Kamis lalu semburan dari kawah bahkan mencapai ketinggian 700 meter.
“Potensi letusan besar untuk saat ini cenderung kecil, namun kami mengimbau supaya Gunung Kerinci ditutup untuk sementara waktu, khususnya untuk kegiatan pendakian sampai ke puncak gunung,” tuturnya, Jumat (28/12).
Menurut Yunaidi, Kepala Seksi Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Kerinci, kabut menyelimuti Gunung Kerinci hingga pada ketinggian 500-600 meter. Badai juga lebih sering terjadi dalam seminggu terakhir ini.
Berdasarkan kondisi cuaca dan kegunungapiannya, Gunung Kerinci untuk sementara waktu ditutup guna mengantisipasi kemungkinan pendaki mengalami kecelakaan.
Lima petugas berjaga di Pos Kayu Aro dan Pos Kersik Tu, yang merupakan kaki Gunung Kerinci, untuk menyebarkan informasi larangan tersebut kepada wisatawan yang hendak mendaki gunung. Sebagai alternatif, mereka diarahkan untuk mendaki Gunung Tujuh yang berada tidak jauh dari Gunung Kerinci.
Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Kholid Indarto mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan ke Gunung Kerinci menjelang akhir tahun selalu tinggi. Wisatawan minat khusus yang mendaki gunung menjelang pergantian tahun 2006 ke 2007, misalnya, mencapai lebih dari 200 orang. Pada akhir tahun ini diperkirakan jumlah wisatawan masih tetap tinggi.
Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah berbentuk kerucut, diisi air dengan warna hijau kekuning-kuningan.
Dari ketinggiannya, Gunung Kerinci bisa memberikan pemandangan ke empat penjuru mata angin yang relatif sangat mengagumkan. (ITA/kompas)




















Tinggalkan Balasan