Dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, dikenal rumus ABCD. A = abstinensia atau tak melakukan hubungan seks; B = be faithful atau saling setia, C = condom atau mencegah dengan kondom, dan D = drugs atau jangan memakai narkoba. Kelompok A dan B, masuk dalam kategori aman, karena tidak melakukan perilaku seks bebas dan menggunakan narkoba. C dan D adalah kelompok yang perilaku hidup dan seksualnya berisiko tinggi.
Tapi, karena kelompok A dan B juga menjadi sasaran bagi-bagi kondom, berbagai kalangan pun menjadi gusar. Apalagi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Dadang Hawari Psi, melihat pembagian kondom sudah kebablasan. ”Saya dapat informasi anak-anak madrasah dan SD di Banten sudah diberi kondom. Keterlaluan,” katanya, geram.
Dan, memang tak tertutup kemungkinan sekolah-sekolah di Indonesia menjadi sasaran pembagian kondom pada Pekan Kondom Nasional (PKN) mendatang. ”Ke sekolah kami pengen, tapi mungkin tahun depan. Kami akan bicarakan dulu dengan Depdiknas,” kata Brand Manager Sutra & Fiesta DKT Indonesia, Pierre Frederick, pekan lalu.
Direktur Pelayanan Kesehatan Yayasan Kusuma Buana (YKB), Dr Adi Sasongko MA, membantah pembagian kondom asal-asalan. ”Konteksnya kita bikin acara, seminar. Karena kondom adalah salah satu metode pencegahan HIV/AIDS, lalu dibagikan. Yang membagi kondom tidak dalam konteks adalah pedagang kondom. Dia tidak ngomong macam-macam tentang HIV/AIDS.”
Kalaupun kondom dibagikan di kampus, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, ini, mengatakan tepat sasaran. ”Kalau bilang semua mahasiswa baik, itu naif, bisa salah langkah, berbahaya. Kan kita akui juga fenomena kos-kosan. Kita tidak bisa bedakan mahasiswa ahli surga dan ahli neraka. Pepatah bilang yang suka jajan hidung belang. Tapi, realitasnya, hidung mereka nggak ada belangnya.”
Tapi, haruskah kondom masuk sekolah dan kampus? Dadang Hawari menilai itu sama saja dengan memberi akses seks bebas dan menjerumuskan pelajar dan mahasiswa terjangkit HIV/AIDS. ”Kondom kan tidak aman. Bocor. Coba saja bagiin kondom, pasti angka HIV/AIDS akan naik. Ini kan hanya proyek. Kalau mau menurunkan HIV/AIDS, zina lah yang harus dicegah,” tandasnya. (run/rep)
What do you think???


















Tinggalkan Balasan ke hugy78Batalkan balasan