infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Tugboat di Atas 270 Feet Dilarang Melintas Ampera

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Kapal tongkang atau tugboat dengan ukuran di atas 270 feet (ft) atau setara dengan 8.000 ton dilarang melintas di bawah Jembatan Ampera. Batasan baru ini telah diberlakukan sejak 29 November.Dishub akan melakukan pengawasan ketat. Jika terjadi pelanggaran, maka izin berlayar tidak akan dikeluarkan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Syaidina Ali kemarin mengatakan, berdasarkan hasil pengkajian dan pembahasan, maka diambil keputusan dengan memberlakukan batasan ukuran kapal yang melintas di bawah Ampera. 

Kebijakan pembatasan itu, lanjut Syaidina, harus dilakukan karena sampai saat ini sudah sering sekali tugboat pengangkut batu bara yang menabrak tiang Jembatan Ampera. Menurut Syaidina, tertabraknya tiang Ampera karena kelebihan kapasitas dan besarnya tugboat yang melintas.

Syaidina mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan petugas pemandu, pengawas, dan juga akan dilakukan pemasangan rambu-rambu. Selain itu, bagi tugboat dengan kapasitas yang melebihi batasan yang diberlakukan, maka tidak akan dikeluarkan surat izin berlayar. Hal itu untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut.

Seperti diberitakan, kapal atau tugboat pengangkut batu bara menabrak pilar pelindung Jembatan Ampera. Kejadian tersebut bukan kali pertama, sejak diberlakukannya batasan tugboat sebesar 300 ft atau setara 9.000 ton sudah terjadi sekitar tiga kali tabrakan.

Akibat kejadian tersebut, beberapa pilar Jembatan Ampera yang sedang dalam pengerjaan roboh. Dia menambahkan, kebijakan tersebut harus dilakukan karena menyangkut nyawa manusia dan Jembatan Ampera, yang merupakan satu-satunya akses penghubung Palembang Seberang Ulu dengan Seberang Ilir.

Sebelumnya, Kasubdin Perhubungan laut dan Perkeretaapian Dishub Kota Palembang Said Albar menyebutkan, pihaknya akan meninjau ulang kebijakan batasan feet kapal tugboat yang melintasi bawah Jembatan Ampera.

”Mungkin kita akan kaji lagi besarnya tugboat yang boleh melewati bawah Ampera. Sebab, pada saat masih 200 ft, kejadian tabrakan seperti ini sangat jarang sekali. Tapi, sejak diperbolehkan menjadi 300 ft atau setara dengan 9.000 ton, tabrakan dengan Ampera sepertinya sangat sering terjadi,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Palembang Mulyadi mengatakan, kejadian tugboat menabrak Jembatan Ampera karena minimnya pengawasan yang dilakukan dinas terkait. Menurut Mulyadi, di Dinas Perhubungan Kota Palembang terdapat Kasubdin Perhubungan laut. Untuk itu, pengawasan dapat dilakukan melalui subdinas yang membidangi.

”Saya kira hanya pengawasan yang harus diperhatikan. Jangan sampai kapal pengangkut batu bara yang melebihi batasan dapat melewati bawah Jembatan Ampera,”katanya. (berli zulkanedi/sindo)

47 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca