infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Jalur Lintas Ampera Dievaluasi

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pasca tertabraknya fender atau pelindung jembatan Ampera, Jumat (23/11) lalu, Dishub Kota Palembang bersama Dinas PU Kota Palembang dan instansi terkait segera mengevaluasi jalur lintas kawasan Ampera. Pelindung jembatan Ampera itu ditabrak tongkang bermuatan 600 ton batubara yang ditarik dengan dua tugboat Teratai dan Surya.

Evaluasi yang direncanakan Senin (26/11) ini, bakal membahas kondisi jalur lintas di sekitar kawasan Jembatan Ampera hingga pertanggungjawaban atas kerusakan tiang fender. 

“Kita sudah menghubungi pihak Dinas PU Kota Palembang, Adpel Boombaru, perusahaan yang sedang mengerjakan pembangunan fender PT Hutama Buana Internusa (HBI) dan perusahaan pemilik tongkang yang menabrak fender, dan instansi terkait. Kita akan duduk satu meja untuk membicarakan kenapa sampai berulang kali terjadi peristiwa yang sama,” kata Kadishub Kota Palembang, Drs Syaidina Ali, Dipl All, Sabtu (25/11).

Menurut Syaidina Ali, selain membahas kondisi jalur lintas di sekitar kawasan Jembatan Ampera hingga pertanggungjawaban atas kerusakan tiang fender. Pihaknya juga bakal membahas kapasitas dan ukuran tertentu apakah diperbolehkan melewati jembatan itu atau tidak kemungkinan akan ada peraturan khusus di sekitar jalur lintas jembatan.

“Sebab peristiwa tertabraknya jembatan Ampera ini sudah 18 kali terjadi sepanjang 5 tahun terakhir. Hal ini jelas memberi pengaruh pada kondisi jembatan,” kata Syaidina Ali. Sementara akibat tabrakan itu, kondisi fender terlihat mengalami kerusakan berat di beberapa bagian.

Menurut informasi pihak PT HBI yang dipercayakan mengerjakan pembuatan fender, selain terjadi kerusakan di beberapa bagian, juga ada bagian fender seperti pipa blassing berdiameter 60 centimeter dengan panjang 13 meter hilang dan diduga terjatuh ke dalam sungai.

Perwakilan PT HBI, M Syahrir mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemilik Kapal Surya dan Teratai untuk membicarakan kondisi fender dan tiang jembatan Ampera yang mengalami kerusakan akibat benturan kapal.
“Pimpinan kita sudah melakukan pembicaraan dengan perusahaan pemilik kapal terkait dengan biaya perbaikan dan masalah teknis lainnya. PT BPS selaku pemilik kapal bersedia memertanggungjawabkan dan secara teknis masih dalam pembahasan,” kata M Syahrir.

Sementara itu pihak Adpel Boombaru dan pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Boombaru sudah memeroses pemilik kapal terkait dengan insiden tabrakan terhadap fender dan tiang utama jembatan Ampera.
Kapolsekta KPPP Boombaru, AKP Ali Sadikin, SAg membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dan kasus ini masih dalam proses. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Adpel Boombaru. (ndr/sripo)

•••

118 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca