Warga miskin di Palembang keberatan dengan rencana konversi minyak tanah ke gas karena minyak tanah bisa dibeli eceran, sedangkan elpiji harus dibeli sekaligus tiga kilogram. Mereka mengaku tak mampu membeli elpiji karena pendapatan hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari. Warga juga beralasan gas berbahaya karena bisa meledak dan menyebabkan kebakaran.
Niswan (43), warga Jalan Ki Merogan, Lorong Karya Tani, mengatakan, lebih menyukai minyak tanah daripada gas. Dengan penghasilan tidak menentu, Niswan bisa membeli minyak tanah eceran tetapi jika menggunakan gas, terpaksa harus membeli satu tabung sedangkan uang tidak selalu ada. Dalam seminggu Niswan membutuhkan lima liter minyak tanah senilai Rp 11.500. Harga itu lebih murah daripada gas seharga Rp 15.000 di pengecer. Demikian dilaporkan harian kompas.
“Saya tinggal bersama bibi yang sudah pikun, jadi saya khawatir kalau pakai kompor gas bisa kebakaran,” kata Niswan.
“Harga gas memang lebih murah, tapi apakah satu tabung gas bisa dipakai satu minggu karena saya memakai 10 liter minyak tanah per minggu. Saya juga enggan memakai kompor gas karena banyak anak kecil di rumah jadi takut kebakaran,” ujar Masnun warga Jalan Ki Merogan, Lorong Keluarga.
Sementara itu, Samhari, seorang pemilik pangkalan minyak tanah di Jalan Ki Merogan, mengatakan, para pembeli minyak tanah langganannya rata-rata keberatan dengan konversi BBM. Penyebabnya karena warga takut terjadi kebakaran sebab kawasan tersebut sangat padat dan rumah mereka dibangun dari material kayu.
“Saya sebagai pemilik pangkalan hanya pasrah menghadapi rencana pemerintah, tetapi kalau gas sudah mulai dijual, sedangkan minyak tanah juga masih dijual, saya tetap yakin gas tidak laku,” kata Samhari.
Menurut Samhari, menjual minyak tanah lebih menguntungkan daripada menjual gas. Alasannya keuntungan menjual gas hanya Rp 270.000, jumlah itu diperoleh dari penjualan 300 tabung dikalikan keuntungan tiap tabung Rp 900. Adapun keuntungan menjual minyak tanah bisa mencapai Rp 700.000 per tangki. (WAD/kmps)


















Tinggalkan Balasan