Puluhan rumah dan sejumlah fasilitas transmigran di lokasi transmigrasi Air Balui, Kabupaten Musi Banyuasin yang terbakar beberapa minggu lalu, belum diperbaiki. Akibatnya puluhan keluarga transmigran belum bisa menempati lokasi itu.
Wakil Kepala Dinas Transmigasi dan Kependudukan Sumsel, Sudirman Tegoeh, Senin (29/10) menuturkan, lokasi tersebut juga merupakan lokasi tujuan transmigran korban gempa dari Yogyakarta. Kebakaran lahan yang merembet ke pemukiman transmigrasi telah menghancurkan puluhan rumah dan sejumlah fasilitas. Rumah yang terbakar adalah rumah untuk transmigran setempat bukan transmigran dari Yogyakarta.
“Ada sekitar 30 keluarga transmigran setempat yang belum bisa menempati lokasi transmigrasi akibat kebakaran. Kami menunggu dana dari pusat untuk melakukan renovasi, setelah dana turun renovasi segera dilakukan,” kata Sudirman.
Sudirman mengatakan, para transmigran dari Yogyakarta akan mendapat pelatihan dari Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Sumsel. Para transmigran itu akan mengolah lahan yang diberikan untuk persawahan.
Selama setahun, para transmigran akan mendapat bantuan jatah hidup (jadup). Selain itu mereka juga menerima bantuan benih, pupuk, dan racun rumput. Setiap keluarga transmigran mendapat lahan dua hektar dan pekarangan seluas 0,25 hektar.
Sudirman mengharapkan dalam waktu enam bulan para transmigran sudah bisa hidup mandiri. “Masa adaptasi mereka kan beda-beda. Yang penting jangan berleha-leha karena mendapat jadup,” katanya. (WAD/kmps)


















Tinggalkan Balasan