Tanggal 1 Agustus ini diperingati sebagai World Lung Cancer Day. Kanker Paru adalah salah satu kanker terbanyak di dunia. Kematian akibat kanker paru di dunia adalah lebih banyak daripada gabungan kematian akibat kanker payudara, kanker kolon dan kanker prostat. Satu dari lima kematian akibat kanker di dunia terjadi akibat kanker paru, dan setiap tahun ada lebih dari 1,8 juta kasus kanker paru baru di dunia.
Data otopsi verbal dari 4.014 kematian di Indonesia, mendapatkan tumor ganas sebagai penyebab kematian ke-7 di Indonesia, walau data penelitian SRS pada 41.590 kematian, ternyata mendapatkan bahwa tumor ganas tidaklah masuk 10 besar penyebab kematian di negara kita. Sementara itu, estimasi WHO tentang 10 penyebab kematian di dunia tahun 2015 menunjukkan bahwa kanker paru, trakea dan bronkus merupakan penyebab kematian ke-7 di dunia.
Faktor Risiko
- kebiasaan merokok berhubungan dengan sekitar 70% kematian akibat kanker paru
- bahan lain yang juga faktor risiko adalah radon, asbestos, arsenik, berilium dan uranium, serta riwayat radiasi
- mempunyai penyakit paru lain (emfisema, bronkitis kronik, PPOK dan TB) juga meningkatkan risiko terkena kanker paru
- riwayat keluarga yang juga menderita kanker paru, serta pernah mengalami kanker di alat tubuh lain
- risiko mendapat kanker paru meningkat dengan pertambahan usia, dan laki-laki lebih sering dari perempuan
Gejala Kanker Paru
- perubahan jenis dahak
- nyeri dada atau punggung
- batuk darah
- sulit menelan, dll
Pemeriksaan yang Dilakukan
- anamnesis dan pemeriksaan fisik
- foto rontgen
- CT dan PET scan
- bronkoskopi
- biopsi jarum
Menghindari faktor risiko dan melakukan deteksi dini akan amat berperan untuk keberhasilan pengobatan.
Prof dr Tjandra Yoga Aditama
SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE
* Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan
* Guru Besar Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI



















Tinggalkan Balasan