Ribuan bibit bantuan palsu ditemukan di Kecamatan Pagar Gunung dan Pseksu, Kabupaten Lahat. Selain tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya, sebagian besar bibit yang diserahkan tersebut dalam kondisi rusak dan tidak memungkinkan lagi untuk ditanam.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pagar Gunung Zazali didampingi penyuluh pertanian Wilker Hutopia mengatakan, bibit yang dikirim kepada pihaknya dalam rangka penanaman sejuta pohon diduga bibit palsu. Ranting pohon, seperti durian, mbambang, rambutan, ditancapkan ke tanah ber-polybag.
Hal tersebut diketahui saat bantuan tersebut hendak dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam. “Setelah kami cek, ternyata hanya ranting yang ditancapkan ke dalam polybag. Wajar jika saat diterima kondisinya sudah banyak yang layu. Awalnya kami menolak untuk menandatangani serah-terima bantuan 400 bibit tersebut. Namun, karena pengantar terus memohon dan kami pertimbangkan jarak angkutan menuju kemari, maka kami tanda tangani saja, meskipun kami sudah tahu bahwa bibit tersebut tidak berkualitas,” kata Zazali.
Terpisah, Camat Pseksu Beni Zainudin mengatakan, sudah sepekan ini pihaknya menerima bibit yang diserahkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lahat. Sekitar 1.000 bibit durian, mahoni, jati, dan mbambang rencananya diperuntukkan bagi masyarakat di Kecamatan Pseksu.
Hanya, karena kondisi saat diterima sudah banyak yang rusak, dia tidak mau menandatangani berita acara serah-terima. Anggota DPRD Lahat Budi Santoso mengatakan, temuan ini merupakan langkah mundur bagi usaha perkebunan di Kabupaten Lahat. Sebab, bibit yang seharusnya bisa membantu kemudahan bagi masyarakat saat ini tidak bisa digunakan lagi. (adisulistyono/SINDO)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan