Dengan terus melempar senyum putra pereli kawakan Ricardo Galeal, Sean Galeal bersama drivernya David Mazlen berhasil finis tercepat dan kembali menjuarai gelaran Gudang Garam International Rally Indonesia (GGIRI) 2008 di Banyuasin, Minggu (9/3). Sementara pereli nasional Rifat Sungkar berada di urutan kedua dan adiknya Rizal Sungkar di urutan ketiga untuk kategori juara umum.
Dalam tujuh SS (Special Stage) yang dijalani sepanjang hari kemarin, David Mazlen-Sean Gelael empat kali mencatatkan waktu tercepat yakni di SS 10, 11, 12 dan SS terakhir SS 15.
Tampil dengan kendaraan Subaru Imprezza WRX dan skill tinggi, David yang merupakan guru pembalap Valentino Rossi ini tetap mendominasi hari kedua.
Pembalap dari KFC Serge Rally Team ini finis di urutan pertama dengan
catatan waktu total 2:06:47 detik.
“Sangat fantastik yah. Saya tidak menyangka kami bisa juara karena pereli lainnya bagus-bagus. Tapi kemenangan ini juga tidak lepas dari peran Sean yang sukses sebagai navigator. Ia cerdas dan pintar dalam membaca lintasan,” ungkap David Sean.
Pembalap dari Inggris ini mengatakan mulanya sempat ragu-ragu karena malam sebelumnya hujan. Ia khawatir lintasan basah dan berlumpur.
“Kalau sampai hujan deras dan lintasan basah, tentu akan sangat berbahaya tapi ternyata tidak. Lintasan kering sehingga kita bisa memacu kendaraan tanpa ragu-ragu. Sekarang saja hujan setelah balapan usai,” ujar David dalam bahasa Inggris.
Sementara pereli nasional, Rifat Sungkar yang berpasangan dengan Bill Hayes dari Australia berada di peringkat dua dengan catatan waktu total 2:09:06 detik. Namun pereli dari Gudang Garam Pertamax Rallt Team ini menjadi juara pertama untuk kategori kejuaraan nasional.
“Walaupun kalah untuk kategori umum tapi tidak masalah. Untuk kategori Kejurnas saya masih yang pertama,” tukasnya.
Putra sulung Helmi dan Ria Sungkar ini pada hari pertama sempat kurang menyakinkan. Namun dihari kedua, Rifat yang mengendarai Subaru Imprezza WRX dengan harga mencapai Rp 1,4 miliar tampil lebih konsisten. Dari tujuh SS, pacar artis cantik Sissy Prescillia ini mampu mencatat waktu tercepat di dua SS yakni SS-9 di Kompleks Pemkab Banyuasin dan SS-13 di perkebunan Palem Baja.
“Yah jangan lihat kemarin, yang penting hari ini kita mampu bersaing,” imbuh pria kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1978 ini.
Rifat mengaku kejuaraan di Banyuasin ini berbeda dengan sebelumnya di perkebunan Gembala.
“Lintasan banyak sekali tikungan square (patah) sehingga kendaraan butuh power yang besar untuk menang. Namun dari reli ini kita berterima kasih kepada Bupati Banyuasin atas seluruh fasilitas kejuaraan ini,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini usai penyerahan tropi. (cw3/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan