Meskipun baru berumur lima tahun, Kabupaten Banyuasin terus berbenah terutama pada sektor pendidikan. Pada tahun 2008 ini kabupaten hasil pemekaran dari Muba ini memiliki Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) di Desa Kayuara Kuning Kecamatan Banyuasin III.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Choir Banyuasin, A Choiri Syahri didampingi Sekretaris Yayasan Lukman Haryadi, SPd, Jumat (22/2) mengatakan, izin pendirian sekolah tinggi itu sedang dalam proses di Korpertis Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Dirjen Dikti Departemena Agama RI.
“Begitu juga sarana dan prasarana perangkat pendukung sudah tersedia mulai dari gedung, ruang kuliah, dosen, hingga sistem kurikulum,” kata Choiri seraya menyebutkan, tenaga pengajar 5 persen berpendidikan S3, 55 persen S2, dan 40 persen dari strata satu (S1).
Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mendukung hadirnya STAIS dibawah Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Choiri ini. “Keberadaan perguruan tinggi sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia terutama di Kabupaten Banyuasin,” kata Amiruddin seraya berharap, keberadaan STAIS ini kelak dapat dikelola secara baik sehingga akan menelorkan SDM yang andal dalam bidangnya. (udn/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan ke ismanBatalkan balasan