Puluhan ton bahan pokok dan penumpang yang akan menuju Palembang tertahan di Pelabuhan Bangka selama dua hari. Hal tersebut terjadi karena lonjakan jumlah muatan barang dan penumpang dari Bangka ke Palembang dan sebaliknya belum diimbangi jumlah angkutan kapal yang memadai.
Selain itu, keterbatasan angkutan kapal juga mengakibatkan lima truk muatan barang di Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir, Palembang, belum bisa terangkut hingga kemarin siang.
Kepala Subdinas Hubungan Laut dan Kereta Api Dinas Perhubungan Kota Palembang Said Albar di Palembang, Minggu (7/10), mengatakan, jumlah muatan barang yang tertahan di Pelabuhan Bangka lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penumpangnya.
“Dari total 75 truk bermuatan barang yang hendak diseberangkan ke Palembang, sebanyak 52 truk tertahan di Bangka. Sisanya 23 truk sudah terangkut ke Palembang. Sedangkan jumlah penumpang yang tertahan belum dihitung pasti, tetapi diperkirakan mencapai ratusan,” kata Said Albar.
Sejak akhir pekan ini, arus mudik di rute penyeberangan laut Bangka-Palembang sudah menunjukkan peningkatan yang ditandai dengan adanya lonjakan muatan barang dan penumpang. Kendati demikian, lonjakan penumpang dan muatan barang tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan jumlah angkutan kapal penyeberangan.
Saat ini rute Palembang-Bangka baru dilayani dengan lima kapal motor penyeberangan (KMP), yakni KMP Krapu, KMP Kakap, KMP Srikandi Nusantara, KMP Tristar 3, dan KMP Tristar 10. Sedangkan untuk mengatasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran, pihak Dinas Perhubungan Kota Palembang sudah menyiapkan satu kapal tambahan, yakni KMP Gorare.
KMP Gorare merupakan kapal yang biasanya melayani rute lintas Pulau Bangka ke Pulau Belitung. Menurut Said, untuk menghindari gangguan distribusi bahan pokok, untuk sementara kapal itu ditarik ke rute Palembang-Bangka. Hal ini bertujuan agar bisa mengangkut barang dan penumpang yang tertahan mulai hari ini.
Mengenai angkutan barang yang tertahan, Said menjelaskan, sebagian besar terdiri dari kebutuhan pokok yang akan dikirim dari Bangka menuju Palembang. Guna menghindari kerugian materiil yang lebih besar, jenis muatan yang tidak tahan lama akan diprioritaskan terlebih dahulu.
“Muatan yang tertahan di Bangka itu berasal dari Jawa atau Jakarta dan akan dikirim kepada para pengusaha atau pedagang di Palembang. Rute air dipilih karena lebih murah,” kata dia.
Menyinggung soal tarif Lebaran, Said mengutarakan, dinas perhubungan belum menerapkan kenaikan tarif penumpang dan barang untuk rute Palembang- Bangka. Tarif penumpang dewasa sebesar Rp 38.000 per orang, sedangkan tarif muatan barang beragam kategori. Misalnya, muatan golongan IV atau jenis mobil pribadi (Kijang) Rp 600.000 per unit.
Berbeda dengan di Pelabuhan Bangka, kondisi di Pelabuhan 35 Ilir, Kota Palembang, tidak terlalu padat. Arus lalu lintas barang dan penumpang masih relatif normal. Said memperkirakan puncak arus mudik dari Palembang akan berlangsung pada H-5.
“Memang khusus untuk jenis penumpang dan barang, lonjakan arus mudiknya lebih banyak yang berasal dari Bangka menuju ke Palembang. Mereka biasanya terdiri dari karyawan, buruh, pekerja, dan pengusaha yang hendak mudik ke Palembang dan daerah sekitarnya,” kata Said Albar. (ONI/kmps)


















Tinggalkan Balasan