Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Lubuklinggau di Ball Room Hotel Abadi, Rabu (3/10), ditetapkan pasangan Balon Wako Drs H Riduan Effendi SH, MSi, dan Balon Wawako SN Prana Putra Sohe untuk mengikuti Pilkada Lubuklinggau Tahun 2008 mendatang. Ditetapkannya pasangan Riduan-Prana, setelah melalui musyawarah pengurus tingkat kecamatan, organisasi sayap partai, DPD I dan DPD II, serta diketahui oleh perwakilan DPP Partai Golkar.
Pengurus tingkat kecamatan melalui juru bicaranya Ahmad Azhari menyatakan, mendukung pasangan Riduan-Prana, untuk maju dalam Pilkada 2008 mendatang.
Hal senada dikatakan perwakilan organisasi sayap partai, yang dibacakan oleh Hasbi, SAg, menyatakan mendukung pasangan tersebut. “Jika sudah diketahui dukungan sudah lebih dari 80 persen, maka DPP hanya mengamini saja,” ujar perwakilan dari DPP Golkar, Fathoni Azhari saat dimintai pendapatnya oleh pimpinan rapat.
Ketua DPD Golkar Sumsel, H Alex Noerdin dalam sambutannya menjamin penjaringan dan penetapan bakal calon telah melalui mekanisme yang benar. Dia menegaskan tidak ada suap menyuap dan permainan uang. Adapun penetapan bakal calon itu sendiri menurutnya, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan.
“Pertama pertimbangannya adalah loyalitas, artinya sejauh mana komitmen yang bersangkutan untuk memajukan dan mempunyai sikap loyal terhadap partai. Selanjutnya adalah peluang, di mana peluang ini bisa dilihat berdasarkan hasil survey lembaga independen yang terpercaya, yaitu Lembaga Survey Indonesia (LSI),” papar Alex.
Sementara itu, sesuai dengan mekanisme yang ada, jumlah balon wako yang mengembalikan formulir pendaftaran ada tujuh orang yaitu, Surya Gani, Sulaiman Effendi, Drs H Riduan Effendi, SH, MSi, Darnawati, Ir H Hendra Gunawan, Ir Eddy Syahputra, dan Elven Asmar, SE.
Dari tujuh orang balon wako itu, yang hadir dalam konvensi kemarin hanya empat orang yaitu, Drs H Riduan Effendi, SH, MSi, Darnawati, Ir H Hendra Gunawan, dan Elven Asmar, SE. Sedangkan jumlah balon wawako yang mengembalikan formulir sebanyak lima orang, yaitu, SN Prana Putra Sohe, Ahmad Zaini Nawawi, HA Murtin, M Syafran dan Andri Tanzil. Satu orang yang tidak hadir dalam konvensi adalah HA Murtin, padahal berdasarkan hasil verifikasi tim, ia termasuk salah satu dari dua orang yang memiliki peluang untuk diusung. (st1/sripo)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan