Balai Latihan Pengembangan Pertanian (BLPP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumel) di Martapura menggali potensi batang pisang menjadi industri rumah tangga barang bermutu. Hal itu sesuai misi yang dicanangkan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dengan Visit Musi 2008, antara lain membudidayakan dan mengelola limbah.
”BLPP mencoba membudidayakan dan mengali potensi agropertanian, salah satunya batang pisang yang diolah menjadi suvenir berupa tas, dompet, kotak tisu serta lainnya,” ungkap Kepala BLPP Amin Suryanto disela-sela ”Diklat Agrobisnis Komoditas Pertanian (Pemanfaatan Batang Pisang)” di aula BLPP Sumsel, Desa Peracak, Kec Bungga Mayang, Kab OKU Timur, kemarin.
Menurut Amin, dalam diklat ini, BLPP bekerja sama dengan Bidang Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab OKU Timur untuk memberdayakan para ibu di setiap desa untuk mengikuti diklat. ”Tentunya diklat ini selain menunjang Visit Musi, juga mendorong daya cipta dan kerajinan dasar masyarakat yang nantinya bernilai cukup tinggi, sehingga menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera,” terangnya.
Amin menambahkan, selain itu juga dengan diklat dapat menciptakan usaha-usaha kecil bagi masyarakat, dan nantinya akan juga menjadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk dibina dan dibantu. ”Selama ini, BLPP mencoba bekerja sama dengan salah satu dinas yang terkait dengan BLPP, ternyata tidak bisa menyediakan para peserta yang layak dan baik. Kali ini BLPP mempercayakan dengan Bagian Pemberdayaan Perempuan,” ujar Amin. (sindo/infokito)


















Tinggalkan Balasan