infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Gempa di Bengkulu

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Ribuan warga yang berdomisili di tepi pantai Kota Bengkulu berhamburan keluar rumah begitu merasakan gempa keras berkekuatan 7,9 skala Richter (SR), pukul 18.10 WIB, Rabu (12/9). Gempa berpusat di laut sekitar 159 KM barat daya Bengkulu, pada koordinat 4.67 LS – 101.13 BT dan kedalaman gempa ini 10 KM. BMG memberikan warning gempa ini berpotensi tsunami. Warga Bengkulu pun berebut berlari ke jalan untuk menuju ke lokasi yang lebih tinggi.

Sebagian besar warga yang panik memenuhi jalanan yang gelap gulita karena jaringan listrik padam akibat gempa. Sejumlah ruas jalan mengalami retak, demikian pula dengan gedung dan rumah warga. Teriakan ”Allahu Akbar” berbaur dengan tangisan wanita dan anak-anak, mewarnai gerak mereka yang menuju kantor gubernur di dataran lebih tinggi.

”Saya mengungsikan orang tua yang kena stroke dari rumah sakit dulu,” kata Ketua DPRD Kota Bengkulu, Ahmad Zarkasi, ketika dihubungi Republika, sesaat setelah gempa. Gedung rumah sakit retak. Jaringan listrik dan komunikasi telepon terputus pascagempa. ”Kami hanya bisa menerima telepon dari luar, tapi tidak bisa menelepon,” kata Ahmad.

Hingga kemarin pukul 22.00 WIB, ungkap Wakil Bupati Bengkulu Utara, Salamun Haris, tercatat satu warga meninggal akibat tertimpa pohon. Puluhan lainnya terluka. ”Rumah sakit, kantor bupati Bengkulu, dan saluran PDAM ikut rusak,” ujar Salamun kepada Republika.

Ratusan pasien RSU Arga Makmur, Bengkulu Utara, hingga semalam masih dievakuasi keluar rumah sakit. Banyak warga yang juga memilih tinggal di tenda di pinggir-pinggir jalan. ”Kantor bupati Bengkulu Utara pun kini difungsikan sebagai posko bencana.”

Di Kota Bengkulu, satu orang diketahui meninggal. Baia (35 tahun), warga Kelurahan Panorama, Kec Gading Cempaka, Kota Bengkulu, meninggal akibat tertimpa bangunan ruko yang ambruk. Saat itu, ia sedang memandikan anaknya, Buyung (4 tahun).

Di Kota Bengkulu, dari KM 8 Lingkar Barat hingga perumahan Timur Indah, tak tampak bangunan rusak berat. Hanya gedung DPRD Provinsi Bengkulu yang terlihat jelas rusak parah di bagian dinding lantai dua. Kebanyakan bangunan di Kota Bengkulu baru dibangun.

Gempa 7,3 SR pernah menggoyang Bengkulu pada 4 Juni 2000, menyebabkan banyak rumah dan gedung hancur. Kini, bangunan baru yang lebih kokoh telah berdiri. Atap bangunan yang dulu rata-rata terbuat dari genting beton, sudah berganti dengan atap aluminium atau seng yang ringan, sehingga bangunan lebih mampu menahan beban.

Sebelum menggoyang Bengkulu, gempa berkekuatan 4,5 SR hingga 5,0 SR juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut Kepala Bidang Gempa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Suhardjono, gempa di Bengkulu ini berpotensi menimbulkan tsunami. ”Gempa terjadi di laut dangkal dan jaraknya hanya 150-an km dari pantai,” ujarnya.

Kepala BMG, Sri Woro Harijono, mengatakan, syarat tsunami, yakni gempa berkekuatan 6,3 SR dan berada di laut dangkal (kedalaman 10 km), sudah terpenuhi. Namun, hingga kemarin malam, tsunami tak terjadi.

Penyebab gempa Bengkulu, jelas Suhardjono, karena pergeseran lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Pergeseran lempeng ini tak hanya terjadi sekali, melainkan terus bergerak. ”BMG saat ini masih berkonsentrasi menghadapi gempa susulan.”
(has/dri/rto/oed/ant/republika)

•••

188 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca