Beban puncak listrik di Sumatera Selatan selama bulan Ramadhan diperkirakan meningkat 10%. Meskipun beban puncak mengalami peningkatan, PT PLN menjamin tidak akan terjadi pemadaman karena pasokan listrik di Sumsel masih banyak.
General Manager PT PLN Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Sumatera Kikid Sukamtono, seusai mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD Sumsel, Selasa (11/9), mengatakan, beban puncak pada bulan Ramadhan terjadi dua kali. Yang pertama pada pukul 17.00- 22.00 seperti hari-hari biasa, sedangkan yang kedua terjadi pada pukul 03.00-06.00. Peningkatan itu karena banyak warga yang makan sahur dan melakukan ibadah lainnya.
Menurut Kikid, beban puncak di Sumsel di luar bulan Ramadhan mencapai 381 megawatt. Jumlah itu masih di bawah kemampuan seluruh pembangkit di Sumsel yang mencapai 596 MW, sehingga selama bulan Ramadhan tidak terjadi pemadaman. Cadangan listrik yang tersedia minimal 35 MW dan paling maksimal 110 MW selama 24 jam.
Kikid mengatakan, pemadaman listrik terjadi karena ada pemeliharaan atau kerusakan pembangkit dan jaringan transmisi yang disebabkan bencana alam, kriminalitas, gangguan binatang, dan sebagainya. Selama bulan Ramadhan tidak dilakukan pemeliharaan sehingga diharapkan tidak terjadi pemadaman listrik. Program pemeliharaan akan dilanjutkan setelah bulan Ramadhan.
“Mudah-mudahan selama bulan Ramadhan tidak terjadi gangguan alam yang bisa mengakibatkan pemadaman. Alasannya, di Sumatera ada banyak gangguan alam seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung,” ujar Kikid.
Secara terpisah, General Manager PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu Dodoh Rahmat menuturkan, jika terjadi pemadaman di Palembang, yang dipadamkan terpaksa di daerah pinggiran kota. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan pusat kota adalah pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan, tanpa bermaksud mengabaikan daerah pinggiran kota.
“Perawatan akan dilakukan lagi setelah Idul Fitri. Diharapkan saat itu hujan sudah turun sehingga PLTA dapat berfungsi normal, karena danau dan waduk sudah terisi. Pada bulan ini, PLTA Tarahan berkapasitas 100 MW juga siap dioperasikan,” kata Dodoh. (WAD/KOMPAS)


















Tinggalkan Balasan