Pencalonan pahlawan nasional dari Sumsel atas nama mantan Gubernur Militer dan mantan Panglima Daerah Militer (Pangdam) Sumsel almarhum dr. Adnan Kapau Gani (dr. AK Gani), akan diseminarkan di pusat dalam waktu dekat ini.
Almarhum dr. AK Gani yang diusulkan pihak Badan Pemina Pahlawan Daerah (BPPD) Sumsel itu sebelum diseminarkan di tingkat pusat telah diseminarkan di tingkat provinsi, kata Fadjri Nashier di Palembang, Senin.
Menurut salah seorang anggota BPPD Sumsel itu, hasil seminar yang diselenggarakan di Palembang bulan Mei lalu telah disetujui oleh BPPD Provinsi, sehingga diusulkan ke BPPD pusat.
Namun untuk menyetujui almarhum dr. AK Gani sebagai pahlawan nasional ke dua Sumsel, walaupun pertimbangan semasa hidupnya cukup banyak jasa-jasanya terutama dalam mengusir penjajah dari Tanah Air tetap harus diseminarkan di tingkat pusat.
“Sekarang ini kita terus melakukan pemantauan, karena pihak BPPD Pusat telah menjadualkan pelaksanaan seminar, tinggal menunggu kapan dimulai” katanya.
Mayjen Tituler dr. AK. Gani yang juga merupakan gubernur pertama Sumsel tahun 1946-1947, juga telah berjuang dengan gigih ikut mengusir penjajah dari tanah air sehingga layak mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional, demikian diungkapkan sejumlah peserta seminar berjudul “dr. AK.Gani menuju pahlawan nasional” di Palembang, pada bulan Mei 2007 lalu.
Masih menurut peserta seminar, jasa-jasa dr. AK. Gani juga pernah menjadi salah satu peserta Kongres Pemuda II yang menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 di Jakarta, dibidang keamanan adalah mantan tentara Gyugun membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan diangkat menjadi Koordinator BKR wilayah Sumatera, tahun 1946 menduduki jabatan Panglima Sub Komandemen Sumsel, serta Wakil Menteri Pertahanan Keamanan Wilayah Sumatera.
Sementara Wakil Gubernur Prof.dr.H. Mahyuddin yang juga salah satu ketua BPPD Sumsel sebelumnya mengatakan bahwa dr.AK. Gani layak menyandang gelar dan sekaligus penghargaan sebagai pahlawan nasional karena cukup banyak kiprahnya selama mengabdi di provinsi tersebut.
Lebih lanjut Fadjri mengatakan, usulan agar salah satu putra terbaik kelahiran Desa Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 16 September 1905 dan wafat 23 Desember 1968 ini sudah sejak tahun 1995, namun baru sekarang kembali naik ke permukaan.
Dikemukakannya, banyak persyaratan harus terpenuhi sehingga layak menyandang predikat pahlawan nasional yang salah satunya diseminarkan di tingkat daerah dan pusat.
Setelah mendapat persetujuan dari BPP Pusat, maka almarhum dr. AK. Gani yang kini namanya diabadikan nama salah satu rumah sakit di Palembang ini akan menjadi pahlawan nasional kedua Sumsel. Pahlawan nasional pertama Sumsel adalah Sultan Mahmud Badaruddin II (Sup).
Sumber : Badan Komunikasi dan Informatika




















Tinggalkan Balasan ke almascatieBatalkan balasan