Sebanyak 155 pejabat dan tokoh di Sumsel menerima penghargaan lencana Melati, Darma Bakti, dan Pancawarsa Gerakan Pramuka. Mereka dianggap berjasa dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di Sumsel. Lima di antaranya, kepala daerah (bupati/ wali kota) di Sumsel, yakni Herman Deru (bupati OKUT) lencana Melati, Ridwan Mukti (bupati Mura) lencana Melati, Pahri Azhari (bupati Muba) lencana Darma Bakti, Yulius Nawawi (bupati OKU) lencana Darma Bakti dan H Budi Antoni Al Jufri (bupati Empat Lawang) lencana Pancawarsa IV.
Penerima lain, Wagub Sumsel H Eddy Yusuf (lencana Melati), Sekda Sumsel Drs H Musyrif Suwardi HN (lencana pancawarsa VI), asisten III pemprov dr H Aidit Azis (lencana Melati), dan Kadisdik Sumsel Drs H Ade Karyana MEd (lencana Darma Bakti).
Adapula, Wawako Lubuk Linggau Hj Ratnawati Ibnu Amin (lencana Darma Bakti), Wabup OKUT HM Kholid MD (lencana Darma Bakti), dan Wawako Palembang H Romi Herton SH (lencana Pancawarsa I). Penyematan lencana dilakukan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dalam upacara peringatan HUT Pramuka ke-48 di Plaza BKB, kemarin (19/8). “Sejarah telah mencatat peranan besar anggota Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat relevan jika peranan itu semakin ditingkatkan. Salah satunya dengan dukungan semua pihak, termasuk para pejabat pemerintahan dan kepala daerah,” imbuh Alex.
Untuk lebih meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, saat ini sedang dilakukan pembaruan sistem pendidikan kepramukaan. DPR RI sedang pula membahas RUU Gerakan Pramuka. Dikatakan Alex, ada lima poin pokok
dalam RUU itu. Yakni penetapan Pancasila sebagai nilai pendidikan kepramukaan, penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah otonom yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
Lalu penetapan APBN/APBD sebagai bagian sumber dana Gerakan Pramuka, penetapan pertanggungjawaban kepengurusan kepada Presiden RI sebagai Pramuka utama. “Dan penetapan prinsip dasar, kode kehormatan serta metoda kepramukaan sebagai unsur pokok dalam sistem pendidikan kepramukaan,”cetusnya. Peringatan HUT Ke-48 Pramuka kemarin dimeriahkan berbagai atraksi. (sumeks)
Sebanyak 155 pejabat dan tokoh di Sumsel menerima penghargaan lencana Melati, Darma Bakti, dan Pancawarsa Gerakan Pramuka. Mereka dianggap berjasa dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di Sumsel. Lima di antaranya, kepala daerah (bupati/ wali kota) di Sumsel, yakni Herman Deru (bupati OKUT) lencana Melati, Ridwan Mukti (bupati Mura) lencana Melati, Pahri Azhari (bupati Muba) lencana Darma Bakti, Yulius Nawawi (bupati OKU) lencana Darma Bakti dan H Budi Antoni Al Jufri (bupati Empat Lawang) lencana Pancawarsa IV.
Penerima lain, Wagub Sumsel H Eddy Yusuf (lencana Melati), Sekda Sumsel Drs H Musyrif Suwardi HN (lencana pancawarsa VI), asisten III pemprov dr H Aidit Azis (lencana Melati), dan Kadisdik Sumsel Drs H Ade Karyana MEd (lencana Darma Bakti).
Adapula, Wawako Lubuk Linggau Hj Ratnawati Ibnu Amin (lencana Darma Bakti), Wabup OKUT HM Kholid MD (lencana Darma Bakti), dan Wawako Palembang H Romi Herton SH (lencana Pancawarsa I). Penyematan lencana dilakukan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dalam upacara peringatan HUT Pramuka ke-48 di Plaza BKB, kemarin (19/8). “Sejarah telah mencatat peranan besar anggota Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat relevan jika peranan itu semakin ditingkatkan. Salah satunya dengan dukungan semua pihak, termasuk para pejabat pemerintahan dan kepala daerah,” imbuh Alex.
Untuk lebih meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, saat ini sedang dilakukan pembaruan sistem pendidikan kepramukaan. DPR RI sedang pula membahas RUU Gerakan Pramuka. Dikatakan Alex, ada lima poin pokok
dalam RUU itu. Yakni penetapan Pancasila sebagai nilai pendidikan kepramukaan, penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah otonom yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
Lalu penetapan APBN/APBD sebagai bagian sumber dana Gerakan Pramuka, penetapan pertanggungjawaban kepengurusan kepada Presiden RI sebagai Pramuka utama. “Dan penetapan prinsip dasar, kode kehormatan serta metoda kepramukaan sebagai unsur pokok dalam sistem pendidikan kepramukaan,”cetusnya. Peringatan HUT Ke-48 Pramuka kemarin dimeriahkan berbagai atraksi. (sumeks)


















Tinggalkan Balasan