infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Perajin OKUT Mengolah Fosil Kayu Jadi Karya Seni Bernilai

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

KABUPATEN OKU Timur kaya akan bebatuan fosil. Fosil-fosil ini banyak terdapat di daerah aliran Sungai Komering dan beberapa kawasan hingga perbatasan Provinsi Lampung. Buktinya, batu fosil kayu seberat 6 ton pernah ditemukan warga setempat di daerah aliran Sungai Komering.

Kejadiannya kira-kira 10 tahun lalu. Batu fosil itu lantas dijual ke luar negeri dengan kurs rupiah masa itu sebesar Rp6.500 per kg. Kini, batu fosil tersebut kabarnya dijadikan salah satu tugu obyek pariwisata di Korea. Mengetahui bebatuan fosil ternyata bernilai jual tinggi, para perajin batu cincin mulai memburu dan mengolah fosil-fosil kayu. Hasil kerajinan tangan (handicraft) tersebut mereka jual untuk nafkah keluarga sehari-hari. Fosil-fosil yang diolah biasanya berusia 9–25 juta tahun.

Untuk mempersatukan para perajin fosil tersebut, lahirlah Unit Bina Industri Batu Mulia (Unibam) Sri Permata. Kini, Unibam beranggotakan 123 perajin batu mulia dan fosil yang tersebar di Sumsel, Bengkulu,dan Lampung.

“Pada awalnya, mayoritas perajinadalahtukangbatucincin. Namun, seiring perkembangan unit usaha,kini perajin berkonsentrasi pada bebatuan fosil yang bernilai ekonomi tinggi,” kata Pimpinan Unibam OKUT H Eddy Riswanto yang ditemui SINDO di tempat workshop-nya, Jalan Lintas Kota Baru, Martapura.

Fosil atau yang dikenal warga setempat sebagai batu sungkai adalah bahan galian tak terbarukan yang bernilai sejarah dalam pembentukan permukaan bumi. Proses terjadinya pembatuan disebabkan cairan panas magma dari perut bumi mengubah struktur molekul kayu menjadi bebatuan fosil yang bertekstur sama.

“Kami tidak sembarangan menerima batu fosil ini. Sebab jika umur batunya masih muda, tidak akan memiliki nilai seni atau nilai jual,” kata Eddy yang menimba ilmu pertambangan dari Institute of Gemological Sciences, Bangkok,Thailand.

Unibam, kata dia, belum lama ini berhasil menjual dan mengekspor batu fosil yang telah diolah ke Amerika Serikat dalam kurs rupiah sebesar Rp211 juta.

Salah seorang pengumpul batu fosil dari Way Kanan, Lampung, Sulaiman, 43, mengaku telah menggeluti usaha pembelian bebatuan jenis fosil ini dari warga selama dua tahun terakhir, dengan harga Rp1.000 per kg. Setelah itu, dia menjual kembali ke pihak Unibam sebesar Rp2.000 per kg. Dia pernah mendapatkan batu fosil seberat 720 kg dari warga setempat. (m marzuki/SINDO)

•••

1,753 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

3 responses to “Perajin OKUT Mengolah Fosil Kayu Jadi Karya Seni Bernilai”

  1. Avatar Jodhi

    Nice article…
    peluang usaha baru nih…

  2. Avatar ackay

    Cara pengolahan kayu fosil mentah (bahan) Bagaimana ya….? tolong dong… saya punya potongan kayu fosil yg mau saya Olah.,,,

  3. Avatar Erwin
    Erwin

    Saya punya btu sungkai mau bli gak.
    Lau mau telfone saya 085271724124

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca