infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Perairan Sungai Musi Rawan Kecelakaan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Palembang menyatakan perairan Sungai Musi rawan kecelakaan lalu lintas air. Potensi kecelakaan di perairan ini dinilai lebih tinggi dibandingkan di darat atau udara yang ditangani Basarnas.

“Itu (tingginya kecelakaan) disebabkan kurangnya sosialisasi pihak Dinas Perhubungan mengenai penggunaan alat keselamatan pelayaran ke pemilik jukung,” kata Wakil Kepala Basarnas Palembang Raden Bambang Subagiyo di ruang kerjanya, Palembang, Senin (16/6).

Selain itu, sosialisasi mengenai keselamatan pelayanan juga jarang dilakukan terhadap perahu milik masyarakat dan kapal penyeberangan penumpang. Data Basarnas menyebutkan, angka kecelakaan di perairan Sungai Musi setiap tahun berkisar 20 kali. Untuk 2008 saja, per Juni, setidaknya sudah terjadi tujuh kali kecelakaan lalu lintas di perairan.

Penyebabnya yakni kekuranghatian nakhoda dalam menjalankan kapal saat berlayar, pengaruh ombak di perairan Sungsang, serta kurangnya sosialisasi penggunaan alat keamanan, seperti jaket pelampung. Menurut Bambang, kenyataan di lapangan menunjukkan, masyarakat ataupun pemilik operator kapal jarang yang menggunakan atau menyiapkan life jacket. Padahal, itu merupakan syarat utama ketika terjadi kecelakaan di perairan.

“Itu kenyataan, setiap nakhoda, baik kapal penyeberangan penumpang maupun nakhoda jukung, speedboat yang lalu lalang di perairan Sungai Musi tidak ada menggunakan life jacket,” ujarnya. Untuk itu,pihaknya mengimbau instansi terkait agar menerapkan peraturan keselamatan penyeberangan.

Sebab, jika dilihat dari sisi Basarnas, penggunaan alat keselamatan pelayaran yang baik mampu menekan kecelakaan jika terjadi musibah perairan. Sementara itu,Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Syaidina Ali membantah, pihaknya kurang menyosialisasikan penggunaan alat keselamatan penyeberangan.

“Kita lihat dulu, di mana letak kejadian kecelakaan itu, apa dasar menentukan perairan Sungai Musi tinggi musibah kecelakaan, dan berapa kali peristiwa itu terjadi,”kata dia.

Menurut Syaidina, Dishub telah menyosialisasikan kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan life jacketselama penyeberangan berlangsung. Namun, hal itu kembali kepada budaya masyarakat Palembang yang enggan menggunakan, apalagi diharuskan membeli life jacket. Life jacket, kata dia, tidak diberikan secara gratis,karena petugas Dishub saja harus membeli jika ingin menggunakannya. Sebab, harganya sekitar Rp50.000.

“Itu sebabnya masyarakat enggan menggunakan,”ujarnya seraya menegaskan, petugas Dishub sudah berkali-kali menyosialisasikan penggunaan life jacket. (hengky chandra agoes/SINDO)

99 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca