infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

[Demo Pembubaran Ahmadiyah] 1000 Ulama Kota Palembang Turun ke Jalan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Ribuan massa terdiri dari tokoh ulama, aktivis dan kaum nasionalis kota Palembang, Rabu (11/6) siang, serentak turun ke jalan. Mereka bergabung menggelar aksi demonstrasi.

Massa bergerak dari Bundaran Air Mancur menuju Gedung DPRD Sumsel, menyusuri Jl Sudirman, Kapten A Rivai. Mereka menuntut pembubaran organisasi Jemaah Ahmadiyah Indonesia karena dinilai mencemari agama Islam. Dalam orasinya, mereka menuntut Kapolri membebaskan Panglima Laskar Islam Munarman dan Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Di antara tokoh ulama itu, antara lain Habib Mahdi Abdullah Shahab, Drs KH Solihin Hasibuan, Drs H Umar Said, Drs KH Ayik Ali Idrus, Ustadz H Taufik Hasnuri. Ikut bergabung dalam kerumunan massa itu itu, Sultan Iskandar Badaruddin yang sempat berorasi meneriakan yel-yel Islam dan bertakbir.

Turunnya tokoh ulama dan massa organisasi berbasis Islam dalam massa berjumlah besar ini hampir jarang terjadi. Situasi seperti ini pernah terjadi sekitar 35 tahun lalu ketika massa menyerbu lokasi perjudian di kawasan Pasar Cinde.

Pemandangan kemarin, para ulama dan para habib tumpah-ruah ke jalan. Aksi berjalan damai walaupun berlangsung dalam cuaca panas terik matahari. Dalam aksi itu, mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah, pembebasan bagi Habib Rizieq Shibab, Munarman serta anggota FPI yang ditangkap polisi terkait insiden Monas 1 Juni 2008 di Jakarta.

Koordinator aksi dari Aliansi Nasionalis Febuar Rahman, mengklaim massa mereka mencapai 1.000 orang. Aksi itu dikawal ketat oleh polisi lalu lintas agar arus lalu lintas berjalan normal. Beberapa ruas jalan sempat ditutup dan arus kendaraan dialihkan terutama di kawasan konsentrasi massa. Arus lalu lintas dari Jembatan Ampera -Simpang RSK Charitas sempat lumpuh total ketika massa melakukan long march menuju Gedung DPRD Sumsel.

“Bukan tidak mungkin, para ulama juga akan bergerak mencegah dan memberikan tindakan terhadap kemaksiatan, seperti penjualan minuman keras di tempat umum apabila aparat tidak bertindak,” ujar Ketua Forum Ponpes Sumsel KH Solihin Hasibuan. Ia mengaku terharu menyaksikan ulama bersatu menyikapi Ahmadiyah.

SKB tak Tegas
Sekretaris FPI Sumsel, Habib Mahdi Abdullah Shahab, menilai SKB 3 Menteri tidak tegas. Sedangkan Ustadz Umar Said dari FU3 Sumsel, meminta sikap tegas Ormas Muhammadiyah terhadap keberadaan Ahmadiyah.
Sebenarnya, massa akan bergerak ke Markas Ahmadiyah di Jl Anwar Sastro namun dibatalkan. Ahmadiyah sejak sehari sebelumnya telah menurunkan sendiri plang papan namanya.

Puncak aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Sumsel. Mobil komando terhenti di pintu gerbang karena tiang pengeras suara terlalu tinggi.

Anggota DPRD Sumsel, Ir Syaiful Islam, mendukung tuntutan pembubaran Ahmadiyah dan pembebasan Habib Rizieq dan Munarman. Dikatakan, pemerintah bersikap tegas dan bersuara yang sama dengan suara rakyat.

Sebelumnya, Ketua Umum MUI Sumsel Drs KH Sodikun, berkunjung ke Sekretariat Ahmadiyah di Jl Kapten Anwar Sastro. Dalam kesempatan itu, ia mengajak agar pengikut Ahmadiyah kembali ke Islam dan bersama-sama MUI memajukan dan membina umat.

Sodikun ditemani unsur Ketua Harian Hj Rukayah Arifin, Sekretaris H Ayik Farid BA, dan Komisi Hukum MUI, Anwar Nasuri SH. Dari Ahmadiyah diterima Ketua Ahmadiyah Palembang H Alamsyah, dan dua mubaligh Ahmadiyah Syufni Djafar dan Haifiz Qudrotullah. Pertemuan itu berlangsung sekitar 15 menit. (sin/sta/sripo)

120 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca