Demi memeriahkan perayaan hari Cap Go Me, pemerintah daerah mempersiapkan tujuh ponton yang akan membentang dari Pusri hingga dermaga Pulau Kemaro. Akses melalui darat tersebut dibuka mulai 21-24 Februari mendatang.
“Ini merupakan salah satu kemudahan yang ingin kita berikan kepada masyarakat Tionghoa yang ingin berziarah dan melakukan sejumlah ritual di Pulau Kemaro,” kata Kadishub Kota Palembang, Syaidina Ali, Senin (4/2).
Kegiatan yang merupakan tahun kedua digelar dengan membuka akses dari jalan darat tersebut, menjadi kemudahan bagi para wisatawan dan etnis Cina yang ingin berkunjung. Sehingga jika mereka kesulitan dengan lalulintas sungai bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.
Setiap ponton yang tersusun menjadi satu kesatuan, sehingga membentuk jembatan terapung memiliki panjang 150 meter dan lebar 6 meter. Di kedua sisinya akan diberikan pegangan sehingga tidak akan terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
“Jalan tersebut digunakan hanya untuk para pejalan kaki yang terlebih dahulu telah memarkirkan kendaraan mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut Syaidina mengatakan, selama perayaan berlangsung sejumlah pihak telah dilibatkan untuk melakukan pengamanan. Bahkan telah dibentuk sebelum tim pengamanan terpadu yang berangotakan pihak kepolisian, Dishub, Polirud yang bertugas untuk menjaga pos masing-masing.
“Ini merupakan kerja tim yang tidak boleh luput dari kekompakan, sehingga segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Disinggung mengenai ombak yang tidak bisa ditebak, Syaidina mengatakan dilihat dari posisi jembatan yang berada dibelakang pulau, maka ombak tidak akan terlalu besar, sebab posisinya tidak dilalui kapal umum yang melintas. (cw5/SRIPO)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan