infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Cap Go Meh Meriah

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Puluhan ribu warga Tionghoa memadati Pulau Kemaro Palembang, dalam perayaan Cap Go Meh 2560, Sabtu (7/2) malam. Warga mulai memadati Pulau Kemaro sejak sore hari, sampai menjelang perayaan puncaknya pada pukul 24.00.

Berbagai hiburan dan seremoni warga Tionghoa disajikan ditempat ini sehingga menambah meriah suasana. Warga yang datang bukan sekadar berwisata, tetapi lebih pada agenda sakral keagamaan.

Inti dari perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro adalah sembayang kepada Tuhan dan Dewa Bumi serta mengharap berkah di Altar Makam Siti Fatimah, leluhur warga Tionghoa.

Ritual awal dimulai dengan pembakaran garu di Viara Tri Darma Hok Tjiang Bio, Yayasan Toapekong Pulau Kemaro. Berlanjut dengan pembakaran kertas rezeki Kimcua dan melepas burung pipit dari sangkar.

Disamping acara ritual, acara budaya Tionghoa juga disajikan. Seperti sajian teatrikal seni drama di panggung kehormatan dan hiburan atraksi barongsai saat menyambut kedatangan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin dan Wawako Palembang H Romi Herton berserta jajaran Muspida untuk menghadiri acara puncak Cap Go Meh yaitu pemotongan kurban.

Menurut Ketua Pelaksana Chandra Husin, perayaan Cap Go Meh setiap tahun dilaksanakan sebagai perayaan menyambut bulan purnama terakhir atau tepatnya hari ke 15 setelah perayaan Imlek.

“Pulau Kemaro selalu menjadi tujuan utama perayaan Cap Go Meh, bukan untuk warga kota Palembang saja tapi juga warga yang ada diluar Kota bahkan luar negri,” ujar Chandra Husin dalam pidato sambutan pada pembukaan acara.

Chandra juga menyampaikan harapan dari masyarakat Tionghoa yang ingin menjadikan Pulau Kemaro sebagai aset pariwisata di Sumsel. “Semoga di tahun depan Pulau Kemaro dapat menjadi aset pariwisata nasional,” harap Husin.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin turut menyampaikan ucapan selamat kepada warga Tionghoa dan mengharapkan acara perayaan dapat berlangsung dengan aman dan damai menuju puncak acara yaitu pemotongan kambing. “Gong Chi Fat Choi kepada seluruh warga Tionghoa yanng merayakan Imlek dan Cap Go Meh, semoga mendapat keberkahan di tahun kerbau ini,” ujar orang nomor satu di Sumsel ini.

Berjubelnya warga yang berdatangan ke Pulau Kemaro, membuat ruas jalan menuju tempat ini macet. Banyak warga lebih memilih menuju pulau Kemaro dengan menggunakan jalan darat. Kemacetan kendaraan menuju lokasi sudah dimulai sejak pukul 20.00, dan belum berhenti sampai pukul 24.00. Kondisi cuaca yang hujan, ternyata tidak menyurutkan niat masyarakat untuk datang.

“Fenomena perayaan Cap Go Meh di kota Palembang adalah satu-satunya yang paling khas di dunia. Kita punya satu pusat tempat yang jadi titik perayaan tahunan ini. Jadi meskipun macet, hujan bahkan badai saya akan tetap ke sini,” ungkap Gunawan (30) warga Komplek Villa Gardena Palembang.

Hal yang sama juga diucapkan Echa (40), bahkan warga Komplek Sukabangun Palembang ini membawa 16 orang anggota keluarganya dengan menggunakan dua mobil bak terbuka.

“Perjalanan kami mesti ditempuh satu jam lebih, apalagi tadi sempat hujan. Tapi rasa capek langsung hilang saat melihat keramaian dan bersembahyang disini,” ungkap Echa. Bagi Echa merayakan Cap Go Meh di Pulau Kemaro bukan sebatas kegiatan ritual keagamaan belaka, tetapi bisa juga dianggap sebagai wisata tahunan.

“Besok sore rencananya kami juga akan kembali lagi ke sini. Bahkan dengan jumlah keluarga yang lebih banyak lagi. Ini perayaan penting bagi kami, jadi sayang kalau dilewatkan begitu saja,” jelas Echa.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini menurutnya lebih meriah, pasalnya perayaannya bertepatan dengan waktu libur. “Kita bawa anak-anak kesini tidak ada beban, soalnya mereka tidak mesti sekolah besok harinya. Jadi dua hari kita habiskan ditempat ini,” tambah Echa bersemangat.***sripo

85 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

2 responses to “Cap Go Meh Meriah”

  1. Avatar Zhang

    Kurang foto2 Cap Go Meh nya….. 🙂

    1. Avatar pernikahan adat

      Begitu indah dan kaya Indonesia ini, mari bersama kita lestarikan budaya kita,, salam kenal dari Pernikahan Adat Di Indonesia

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect