infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Selama 3 Tahun Invasi AS, 120 Orang Irak Tewas Tiap Hari

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pada Maret 2003, AS memulai memimpin invasinya ke Irak. Setiap hari selama 3 tahun, tak kurang dari 120 orang tewas. Demikian data yang disampaikan World Health Organisation (WHO) seperti dilansir AFP, Kamis (10/1/2008).

Survei yang dilakukan WHO dan Pemerintah Irak, antara Maret 2003 hingga Juni 2006 diperkirakan 104 ribu hingga 223 ribu orang tewas akibat kekerasan.

“Kekerasan adalah penyebab utama kematian oarang Irak. Kebanyakan yang tewas adalah pria berusia 15-59 tahun.” Demikian pernyataan penelitian yang dimuat di website New England Journal of Medicine.

Lebih dari separuh orang tewas di Kota Baghdad. Survei dilakukan dengan cara mewawancarai 9.345 rumah tangga di hampir 1.000 lingkungan tempat tinggal dan desa-desa di sepanjang Irak.

“Taksiran angka kematian dalam situasi konflik ini sulit. Hasil survei rumah tangga pun diinterpretasikan dengan hati-hati,” ujar ahli statistik WHO Mohamed Ali.

Militer AS tidak pernah memberikan perkiraan korban dari masyarakat sipil yang jatuh. Sedangkan penelitian yang pernah diungkapkan oleh berbagai kalangan memberikan data yang berbeda-beda.

“Survei kami ini, perkiraan angkanya 3 kali lebih tinggi daripada laporan media yang dikumpulkan Badan Penghitungan Irak,” kata perwakilan WHO di Irak Naeema Al Gasseer.

Pada 2006, penelitian yang dilakukan para dokter AS yang termuat di jurnal terbitan Inggris, The Lancet, 655 ribu orang Irak tewas akibat invasi untuk menjatuhkan Saddam Hussein. (nvt/nvt/detik)

•••

15 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca