Ratusan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Komering Martapura, OKUT, mengeluhkan buruknya kualitas air minum yang mengalir ke rumah mereka. Sejak sepekan terakhir,warga mengaku air yang mengalir ke rumah mereka tampak keruh dan tidak layak minum. Warga bahkan terpaksa mengendapkan air tersebut berjam-jam dalam bak penyaringan agar bisa dikonsumsi.
Yulianto, 41, warga Martapura berharap pihak PDAM segera mengatasi masalah ini. Sebab, jika hal ini berlarut-larut, warga terancam krisis air bersih.
”Walaupun kita memakai air PAM, kita kadang masih harus mengandalkan air sumur tetangga untuk keperluan masak dan minum seharihari karena jauh lebih bersih,” Ungkap Yulianto Senin (7/1) kemarin.
Hal senada juga yang diungkapkan Ernawati, 35, ibu rumah tangga warga setempat. Menurut dia, kualitas air PAM yang mengalir ke rumahnya sangat jelek di mana air berwarna kuning serta bercampur lumpur. Bahkan, bau tawasnya cukup menyengat.
”Untuk keperluan minum kami terpaksa membeli air galon isi ulang,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM Way Komering Martapura Bachtiar Syuib Trass membantah pihaknya mengalirkan air keruh ke rumah warga.
Menurut Bachtiar, pihak PDAM telah berusaha mengatasi keruhnya air yang disalurkan ke rumah konsumen. Salah satu cara dengan menguras bak penampungan air secara berkala dan sebelum disalurkan ke rumah warga terlebih dahulu dicampuri tawas untuk mengurangi bau dan mengendapkan lumpur. (CR-06/SINDO)


















Tinggalkan Balasan ke hoki pra tamaBatalkan balasan