Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kab OKU Selatan Romzi mengungkapkan, sekitar 36% gedung sekolah di Kab OKU, kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak pakai. Begitu pula dengan tenaga pengajar yang belum memadai, baik segi kualitas maupun kuantitas.”Dari sekian banyak gedung sekolah kita, baru 64% yang layak huni. Selebihnya sangat memprihatinkan,” ungkap Romzi saat menerima kunjungan Dewan Pertimbangan Pendidikan Provinsi Sumsel di Gedung SAS Muaradua, Kamis (9/11) kemarin.
Dia merinci, sekolah di OKU Selatan terdiri dari 3 TK negeri, 14 TK swasta, 228 SD negeri, dan 14 swasta. Untuk tingkat SMP, 29 sekolah negeri dan 8 swasta. Sedangkan tingkat SMA, sebanyak 11 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. Untuk mengatasinya,Romzi berupaya memperbaiki kondisi gedung menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi secara bertahap dan berkesinambungan. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar, pihaknya telah memprogramkan para guru negeri maupun swasta untuk mengikuti pelatihan, baik yang diadakan di tingkat kabupaten, provinsi, maupun tingkat pusat.
Sementara itu, Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda OKU Selatan Syahril Tambah berpendapat, sekolah merupakan prasarana sosial yang terstruktur, terdiri atas komponen yang saling berkaitan. Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Sumsel Buchari Rahman menjelaskan, dalam meningkatkan dan mengembangkan dunia pendidikan terdapat tiga unsur, yakni pemerintahan, pihak sekolah,dan masyarakat. (ashariansyah/sindo)


















Tinggalkan Balasan