Untuk mengerem laju kenaikan harga minyak dunia, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC memutuskan untuk menaikkan produksi minyak mentah. Penambahan produksi sebesar 500.000 barrel per hari itu akan dilakukan mulai 1 November 2007. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro yang dihubungi di Wina, Selasa (11/9) malam, mengemukakan, keputusan itu diambil dalam pertemuan para menteri OPEC setelah melewati perdebatan alot.
“Ini hasil kompromi. Arab Saudi dan sejumlah anggota lain usul agar kenaikan dilakukan saat ini juga, sementara anggota lain justru menolak kenaikan produksi,” ujar Purnomo.
Usulan penambahan produksi OPEC diajukan oleh Arab Saudi sebagai anggota dengan produksi minyak terbesar. Untuk menjawab kekhawatiran negara-negara konsumen atas harga minyak yang terus naik di atas 70 dollar AS dalam dua bulan terakhir, Arab Saudi mengajukan usulan kenaikan produksi minyak sebesar 500.000 barrel per hari (bph) sampai 1 juta bph.
Dengan sejumlah gangguan alam, seperti Topan Dean dan Topan Felix menjelang musim dingin, negara-negara konsumen minyak mengkhawatirkan cadangan mereka akan turun drastis. Akan tetapi, alasan itu disangsikan oleh anggota OPEC yang tidak setuju dengan kenaikan produksi.
Produksi minyak 12 anggota OPEC mencapai 30 juta barrel dengan empat besar produsen adalah Arab Saudi (8,6 juta bph), Iran (3,7 juta bph), Nigeria (2,49 juta bph), dan Kuwait (2,46 juta bph). Total produksi minyak dunia mencapai 86 juta bph.
Langkah menyesuaikan produksi untuk menstabilkan harga minyak juga dilakukan OPEC tahun lalu. Dalam pertemuan pada Oktober 2006, OPEC setuju untuk memotong kuota produksi sebesar 1,8 juta bph. Menurut Purnomo, efektivitas penambahan produksi terhadap harga minyak akan dievaluasi dalam sidang OPEC di Abu Dhabi pada 5 Desember 2007.
Harga minyak di perdagangan internasional kemarin nyaris menyentuh angka 78 dollar AS, rekor tertinggi harga minyak dalam lima tahun terakhir yang tercatat pada 1 Agustus 2007. Di bursa New York, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Oktober tercatat 77,60 dollar AS per barrel. (DOT/kompas)


















Tinggalkan Balasan