infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Bibliografi Ibnu Arabi

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Salah satu penyebab Ibnu Arabi diberi berbagai julukan agung itu karena karya-karyanya. Ibnu Arabi menghasilkan banyak tulisan. Jumlah pastinya belum bisa dipastikan, yang jelas jumlahnya ratusan bahkan ribuan, baik dalam bentuk buku maupun artikel. Abu al-‘Ala ‘Afifi mengatakan sedikitnya ada tiga versi tentang kuantitas karya Ibnu Arabi.

Pertama, versi Ibnu Arabi di tahun 632 H, yang mengatakan bahwa karyanya sebanyak 289. Kedua, versi Sya’rani di buku al-Yawaqiyat wa al-Jawahir, yang menyebutkan bahwa karya Ibnu Arabi sebanyak 400 karya. Ketiga, versi Abdurrahman Jami dalam buku Nafahat al-Ans yang menyatakan bahwa karya Ibnu Arabi sebanyak 500. (Afifi, Abu al-Ala. “Tashdir” dalam Muhyiddin Ibnu Arabi, Fushush al Hikam. (Teheran: Intsiyarat az-Zahra, 1946), h. 5).

Karam Amin Abu Bakar juga menghadirkan tiga versi tentang jumlah karya Ibnu Arabi. Pertama, versi manuskrip Ibnu Arabi berjudul Ijazah ila al-Malik al-‘Adil yang menyatakan karya Ibnu Arabi berjumlah 265. Kedua, versi Kurukisi Iwad di artikel “Fihrasat Muallafat bin ‘Arabi” yang menyatakan bahwa karya Ibnu Arabi sebanyak 527. Ketiga, versi Muhammad Riyadl al-Malih di Muqaddimah Tuhfat as-Safarah yang mengatakan bahwa karya Ibnu Arabi 900. (Karam Amin Abu Bakar, Haqiqah al-‘Ibadah, h. 19).

Baca Juga


Kesimpangsiuran jumlah karya Ibnu Arabi itu mendorong Osman Yahya meneliti secara khusus seluruh karya Ibnu Arabi. Penelitian Osman Yahya itu berupa disertasi berbahasa Prancis di Universitas Sorbonne yang kemudian dibukukan dengan judul Histoire et Classification de
L’æevre D’Ibn ‘Arabi (Sejarah dan Klasifikasi Karya Ibnu Arabi)
, lalu diterjemahkan ke berbagai bahasa antara lain bahasa Arab oleh Syekh Azhar Ahmad Muhammad Thayyib dengan judul Muallafât Ibn ‘Arabi: Târikhuhâ wa Tashnifuhâ. Di buku itu, Osman Yahya menemukan tulisan yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi sebanyak 900 buku, 1395 judul. Hanya saja, sebagian isinya ada yang murni karya Ibnu Arabi, sementara sebagian lain bukan. (Osman Yahya, Histoire et Classification, h. 14).

Osman Yahya menggunakan referensi primer dan sekunder untuk memastikan mana tulisan asli Ibnu Arabi dan mana yang bukan. Rujukan utama Osman Yahya adalah pernyataan Ibnu Arabi sendiri tentang karyanya, yaitu: (1) al-Fihris al-mushannafât: daftar karya Ibnu Arabi yang ditulis oleh Ibnu Arabi, (2) Ijazah ila al-Malik al-Muzhaffar: pemberian ijazah (izin mempelajari dan menyebarkan ilmu) kepada seorang sultan bernama al-Malik al-Muzhaffar dari Ibnu Arabi, dan (3) pernyataan Ibnu Arabi sendiri di tulisan tulisannya yang menyebut karya-karya yang telah ditulisnya. Adapun referensi sekunder Osman Yahya dalam penelitian ini adalah: (1) karya penulis terdahulu tentang tulisan-tulisan Ibnu Arabi, (2) tulisan-tulisan penulis masa kini tentang karya-karya Ibnu Arabi, dan (3) manuskrip-manuskrip di berbagai perpustakaan di Timur dan Barat. (Osman Yahya, Histoire et Classification, h. 37).

Berkat ketekunan itu, Osman Yahya (dan Syekh al Azhar Ahmad Muhammad Thayyib) menemukan 994 karya yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi di samping menemukan 135 karya yang diragukan ditulis oleh Ibnu Arabi. Bila jumlah seluruh karya yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi itu dikurangi jumlah tulisan yang diragukan ditulis oleh Ibnu Arabi, maka karya asli Ibnu Arabi berjumlah 859.

Keterangan:
Di buku Osman Yahya versi bahasa Perancis, tulisan terakhir yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi diberi nomor 846. Akan tetapi, sebagian nomor diberi anak nomor, misalnya nomor 4 diberi nomor 4a. (Lih., Osman Yahya, Histoire et Classification, h. 139-532). Di buku Osman Yahya versi bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Syekh Azhar Ahmad Muhammad Thayyib, nomor terakhir tulisan yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi adalah 994. (Osman Yahya, Muallafat Ibn ‘Arabi: Tarikhuha wa Tashnifuha, penerj. Ahmad Muhammad Thayyib, Cairo:al-Haiah al-Mishriyah al-Ammah li al-Kitab, 2001,h. 165-632). Buku versi Arab itu tidak mencatat satu nomor secara beruntun. Ada perbedaan penomoran antara buku versi Arab dan versi Prancis. Versi Arab mengurutkan tulisan-tulisan tersebut sesuai abjad Arab (alif, ba’, ta’ dst.), sedangkan versi Perancis mengurutkannya sesuai abjad latin (ABCD dst), dengan mengabaikan artikel “al” dan kata “kitab” dan “risâlah”. Mengingat buku Ibnu Arabi berbahasa Arab, dan penomoran buku Osman Yahya versi Arab lebih jelas, tanpa penomoran ganda, maka buku ini mengikuti penomoran dan urutan versi Arab.
Di buku Osman Yahya yang diarabkan oleh Grand Syekh Azhar Ahmad Muhammad Thayyib, tulisan yang diragukan ditulis oleh Ibnu Arabi adalah 135 nomor di dalam daftar 994 karya yang dinisbatkan pada Ibnu Arabi ini. (Osman Yahya, Muallafat Ibn ‘Arabi, h. 81). Nomor-nomor yang diragukan itu adalah: 20, 39, 47, 48, 52, 75, 78, 88, 92, 106, 108, 123, 132, 134, 143, 144, 145, 148, 149, 150, 151, 152, 156, 157, 164, 172, 182, 187, 189, 191, 199, 200, 217, 221, 234, 251, 257, 258, 278, 279, 282, 289, 292, 347, 369, 370, 374, 376, 384, 389, 390, 393, 395, 401, 402, 417, 418, 422, 439, 453, 456, 470, 472, 476, 477, 479, 484, 485, 486, 499, 509, 518, 522, 523, 524, 528, 532, 537, 542, 546, 560, 563, 566, 572, 573, 584, 588, 611, 625, 632, 639, 641, 652, 653, 654, 664, 675, 678, 699, 711, 717, 722, 723, 726, 733, 739, 753, 764, 765, 768, 771, 777, 790, 791, 793, 803, 807, 833, 834, 838, 857, 872, 887, 889, 894, 901, 910, 961, 964, 987.


Lihat Juga


Menurut Yusuf bin Ismail an-Nabhani, sebagian tulisan Ibnu Arabi tersebut tipis, sebagian lain tebal. Karyanya yang tipis hanya setebal satu karas (papan kayu atau keping batu yang digunakan oleh penyair zaman dahulu untuk menuliskan karyanya-Ed). Karyanya yang tebal mencapai berjilid-jilid. (Yusuf bin Ismail an-Nabhani, “Muallafatuhu wa Syuyukhuhu”, h. 11). Menurut Abu Ala al-Afifi, seluruh tulisan Ibnu Arabi itu hanya berkaitan dengan tasawuf yang ditinjau dari berbagai sisi, yang ditulis dalam tema tertentu atau dalam ensiklopedia. (Abu al-Ala Afifi, “Tashdir”, h. 6).

Menurut Abu Bakar, karya Ibnu Arabi membahas tentang tasawuf secara teoretis dan praktis, hadis yang diringkas (misalnya ringkasan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim), tafsir al-Quran secara konvensional dan secara sufistik, biografi Nabi (sirah), puisi sufistik, astronomi dan astrologi, dan ilmu-ilmu rahasia. (Karam Amin Abu Bakar, Haqiqah al-Ibâdah, h. 19). Pendapat para pemerhati Ibnu Arabi itu bisa digabungkan menjadi pernyataan bahwa Ibnu Arabi mengkaji tasawuf dan berbagai hal dengan perspektif tasawuf hingga menghasilkan 859 karya yang sebagian di antaranya ditulis hingga berjilid-jilid.

Karya Ibnu Arabi tersebut memiliki gaya penulisan yang unik. Kerap kali istilah-istilah filsafat dan kalam dipadukan dengan istilah-istilah al-Quran dan hadis. Bahasa yang ditampilkan pun terkadang samar, penuh perkataan-perkataan simbolis dan imajinatif, yang perlu penakwilan lebih lanjut. Karya Ibnu Arabi itu mensintesiskan syariat dan hakikat, rasio dan intuisi, lahir dan batin. (Karam Amin Abu Bakar, Haqiqah al-Ibâdah, h. 20-21).

Karya Ibnu Arabi itu pun dinyatakan memiliki keunikan. Nashir bin al-Hasan al-Hananain al-Kailani mencatat sedikitnya dua testimoni tentang efek unik karya Ibnu Arabi. Testimoni pertama dari al-Majd al-Fairuz Zabadi yang mengatakan bahwa pengkaji tulisan-tulisan Ibnu Arabi akan dibuka hatinya untuk mengatasi berbagai persoalan. Kesaksian kedua hadir dari asy-Sya’rani di kitab al-Yawaqit wa al-Jawahir yang mengatakan bahwa mengkaji buku-buku Ibnu Arabi dapat mendekatkan diri kepada Allah. (Nashir bin al-Hasan al-Hasanain al-Kailani, Majma’al-Bahrain, h. 25).

Apa yang menjadi sumber penulisan Ibnu Arabi hingga karyanya banyak, bergaya bahasa unik, dan berefek unik? Ibnu Arabi memang belajar kepada banyak guru dan tentu saja banyak membaca buku. Akan tetapi, Ibnu Arabi kerap mengaku bahwa tulisannya bukan buah hasil pembelajarannya. Ibnu Arabi menyatakan kerap bermimpi dan mendapatkan penyingkapan. Di antara mimpi dan penyingkapannya berisi tuntunan Tuhan dan Nabi Muhammad saw untuk
ditulis. Misalnya tulisan Ibnu Arabi di pendahuluan kitab Fushush al-Hikam ini:
Saya melihat Rasulullah dalam kabar gembira yang diperlihatkan padaku pada sepuluh hari terakhir bulan Muharam tahun 627 H di Mahrusah, Damaskus. Saya melihat Rasulullah saw memegang kitab dan berujar kepadaku:
“Ini kitab Fushush al-Hikam. Ambillah! Hadirkan kitab ini ke hadapan umat manusia supaya mereka bisa mengambil manfaat darinya!”
Saya menjawab: “Pendengaran dan ketaatan untuk Allah, Rasulullah dan para pemerintah, sebagaimana diperintahkan pada kami.” Maka dari itu, saya merealisasikan keinginan itu, saya ikhlaskan niat, saya murnikan maksud dan hasrat, demi merilis kitab ini sebagaimana ditentukan oleh Rasulullah saw. tanpa penambahan dan pengurangan. (Muhyiddin Ibn ‘Arabi, Fushus al-Hikam, ed. Abu al-‘Ala al-Afifi, Alexandria: Intisyarat az-Zahra, 1946,h. 47).


Lihat Juga


Bagaimana Ibnu Arabi bisa memiliki anugerah penyingkapan spiritual dan intelektual sedemikian rupa, dan dari situ bisa menghadirkan karya yang dipelajari berbagai peneliti sedunia? Menurut al-Kailani, penyebab Ibnu Arabi mendapatkan anugerah penyingkapan dari Tuhan minimal dua.
Pertama, Ibnu Arabi melindungi dan membela para sufi yang miskin, serta menghormati orang-orang yang senantiasa mendekati Allah.
Kedua, Ibnu Arabi kerap berkhalwat (menyendiri mengingat Tuhan) minimal tiga hari tiga malam di suatu kuburan. (Nashir bin al-Hasan al-Hasanain al-Kajlani, Majma’ al-Bahrain, h. 10-12). Berkat amalan tersebut yang dibarengi gairah mencari dan menebar ilmu di mana saja sejak muda, Ibnu Arabi memiliki pengetahuan langsung dari Tuhan dan Rasul-Nya, menjadi mahaguru para sufi-filsuf, dan menghadirkan berbagai karya yang tak lekang oleh waktu karena senantiasa dikaji di mana-mana.***

***Rujukan: Kitab Syajarah al-Kawn Ibnu Arabi: Mengungkap Konsep Alam Semesta dan Sirah Nabi; Zainul Maarif; Turos; Cetakan Pertama, Desember 2019; halaman 20-26

kembali ke atas • indeks pilihan • download • iklan kecik

•••

3 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect