Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2008/2009 senilai Rp 349 Miliar tidak terserap hingga Rp 889.542.886. Kelebihan uang tersebut dikembalikan 40 Kepala Sekolah ke rekening Tim BOS Sumsel Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel, Drs Ade Kayana didampingi Ketua Tim BOS Sumsel, Bonny Syafran di ruang kerjanya, Rabu (18/2). Lemahnya sistem pengawasan data Kabupaten/Kota dinilai penyebab utama tidak efektifnya mekanisme penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Seharusnya uang senilai Rp 349 miliar yang telah dikeluarkan Pemerintah melalui APBN digunakan seoptimal mungkin. Terlebih dana BOS merupakan dana utama penunjang kebutuhan sekolah.
Tingginya nilai kelebihan juga disebabkan banyaknya terjadi kesalahan data jumlah siswa lama dan baru. Kepala Sekolah sendiri, biasanya sering menggunakan data lama saat memberikan laporan jumlah siswa ke Diknas kabupaten/Kota.
Saat dana tersebut telah diberikan, ternyata banyak siswa yang mutasi/pindah atau siswa baru yang mendaftar sedikit serta kesalahan administrasi, misal pihak sekolah atau bank sendiri salah menuliskan jumlah angka sehingga dana tersebut menjadi membengkak dan lebih dari jumlah uang yang diajukan. “Lebih kepada kelemahan data saja, kalau datanya sinkron tidak mungkinlah uang itu lebih,” kata Bonny. (sta)


















Tinggalkan Balasan