Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir tidak menganggap peristiwa di Monas, Minggu (1/6), sebagai upaya terselubung pemerintah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah kenaikan harga BBM. Soetrisno mengatakan, semua elemen tidak harusnya saling menuduh, tapi lebih introspeksi untuk mengatasi masalah itu.
“Saya kira jangan terus menuduh pemerintah seperti itu. Ini bisa saja konflik karena terprovokasi, keadaan ekonomi, atau karena hal lainnya. Yang terpenting sekarang, jangan menambah problem ini menjadi besar,” ujar Soetrisno kepada wartawan usai menjenguk korban peristiwa Monas 1 Juni, di RSPAD, Jakarta, Selasa (3/6).
Soetrisno mengecam keras peristiwa anarkis Monas 1 Juni. Ia mengajak seluruh eleman bangsa, untuk segera mengakhiri segala bentuk kekerasan. Apalagi, kata dia, kekerasan dilakukan dengan mengatasnamakan agama sementara semua agama mengajarkan perdamaian.
Meski mengecam, pengusaha sawit dan batu bara ini mengimbau agar aksi anarkis yang dilakukan Komando Laskar Islam terhadap anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tidak dibalas dengan aksi anarkis juga.
Apalagi, di sejumlah tempat, sudah terjadi penyerbuan balasan terhadap markas FPI di daerah.
“Saya sangat mengecam keras tindakan yang dilakukan sekelompok orang di Monas Minggu lalu. Tapi, kekerasan jangan dibalas kekerasan. Tokoh-tokoh di daerah jangan ikut emosional. Marilah kita kembali menata masa depan bangsa dengan saling menghargai perbedaan pendapat,” sambung politisi asal Pekalongan ini.
Sebelumnya, sejumlah aktivis LSM menduga, ada upaya terselubung dibalik kejadian Monas untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari dampak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM per 24 Mei lalu.
Soetrisno datang ke RSPAD bersama istrinya, Anita Rosana Dewi sekitar pukul 14.00 WIB. Meski baru kembali ke Jakarta usai melakukan road show di daerah, SB seolah tak lelah untuk terus menerapkan slogan “hidup adalah perbuatan”.
Namun, Soetrisno membantah tegas jika kunjungannya ke RSPAD adalah bagian kampanye politik untuk menaikkan pamornya jelang Pemilu 2009. “Jangan selalu curiga terhadap hal-hal yang baik. Ini adalah kunjungan kemanusiaan, ” ujarnya.
Ia mengatakan, dirinya sowan ke RSPAD untuk menyambangi korban insiden Monas karena ajakan dari istrinya. Apalagi, ia dan keluarganya memang kenal baik dengan Syafii Anwar, Direktur Eksekutif ICIP (International Centre for Islam and Pluralism) yang juga menjadi korban dan dirawat di RSPAD.
“Saya baru balik tadi malam. Istri saya mengajak menengok karena dia sebagai seorang wanita merasa sedih saat melihat tayangan televisi begitu ibu-ibu dan anak-anak dipukuli. Saya kira kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan, itu tidak pantas dilakukan oleh bangsa Indonesia,” tegas Soetrisno.(Persda Network/had)


















Tinggalkan Balasan ke infogueBatalkan balasan