infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Jangan Buat Insiden Monas Sebagai Pengalihan Isu BBM

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menyatakan keprihatinannya atas insiden bentrok antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan massa anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada peringatan hari kelahiran Pancasila, Minggu (1/6) kemarin.

Walau begitu, Ikrar mengingatkan seluruh elemen masyarakat sipil tidak melupakan masalah besar lainnya, yang sampai sekarang masih terus menjadi persoalan besar, terutama terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu disampaikannya kepada Kompas, Selasa (3/6).

Ikrar mengaku khawatir insiden itu justru menjadi politik pengalihan perhatian masyarakat, yang boleh jadi menguntungkan pemerintah. Menurutnya, jika sampai politik pengalihan tadi terbukti, mereka yang merencanakan hal itu dinilainya sangat lah tidak bermoral karena korbannya adalah tetap masyarakat.

”Seharusnya kalau kebijakan dan standar pengamanan dijalankan, peristiwa di Monas itu tidak perlu terjadi. Bahkan sampai kemudian membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri turun tangan memimpin rapat koordinasi bidang Polhukam, yang seharusnya tidak perlu seperti itu,” ujar Ikrar.

Saat dihubungi dalam kesempatan terpisah, pengajar pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar, mendesak pihak kepolisian untuk tidak bersikap ragu untuk bertindak tegas dalam menangani kasus tersebut.

Secara Undang-Undang kewenangan Polri untuk menangkap sudah dijamin, khususnya dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI. Selain itu Indonesia juga sudah meratifikasi International Convenant on Civil and Political Rights (ICCPR) dan tentang Convention Against Torture.

”Cuma masalahnya, kemungkinan cara bertindak aparat polisi di lapangan dalam menangkap orang-orang dalam kerumunan yang semrawut seperti kejadian kemarin itu. Jika persoalannya di sana, petunjuk pelaksanaan dan teknisnya harus diperbaiki dan aparat dilatih lebih baik,” ujar Bambang.*(kompas.com)

•••

2 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

3 responses to “Jangan Buat Insiden Monas Sebagai Pengalihan Isu BBM”

  1. Avatar rudi

    Insiden Monas juga untuk mengalihan isu pembubaran Ahmadiyah yang telah dinyatakan oleh BAKORPAKEM menyimpang baik dari ajaran Islam maupun UUD 45 (Tentang Penodaan Agama).

  2. Avatar teletubies
    teletubies

    memang benar..sebenarnya ini kerja untuk mengalihkan isu kenaikan bbm dan pembubaran ahmadiyah sehingga masyarakat dan mahasiswa tidak lagi meributkan kedua hal tersebut..
    hal ini sudah sangat jelas kelihatan karena daerah monas yang merupakan daerah istana (ring 1 atau ring 2 ya..) kok polisi dan tentara yg biasa bertugas disana tiba-tiba menghilang atau tidak berada ditempat saat keributan berlangsung sehingga menimbulkan kesan pembiaran keributan..

  3. Avatar aRdi
    aRdi

    rasanya sangat janggal ketika melihat banyak polisi bersileweran di sekitar tempat kejadian sementara terjadinya aksi FPI tersebut. lalu siapa pula oknum yang membawa senjata api dan mengenakan atribut aksi AKKBB yang bisa kita saksikan pada banyak video reka ulang kejadian tersebut?.demikian pula respon yg sangat cepat dari presiden terhadap kejadian ini dan disiarkan langsung ke seluruh nusantara…sepertinya sangat terencana untuk mengalihkan perhatian rakyat dari isu kenaikan BBM.

Tinggalkan Balasan ke teletubiesBatalkan balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca