infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Hujan Meteor yang Bakal Melanda Bumi di tahun 2008

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pada 2008 mendatang, meteor bakal beberapa kali menghujani bumi. Yang paling awal terjadi pada 4 Januari 2008, yakni hujan meteor quadrantids. Jumlah meteor yang terbakar di atmosfer bumi mencapai 100 per jam. Deklinasinya berada di 49 derajat.

“Karena lebih ke utara, dari Indonesia tidak bisa terlihat,” ujar peneliti utama astronomi astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (10/12/2007).

Pada 6 Mei 2008, akan terjadi hujan meteor eta aquarids, dengan jumlah 60 meteor per jam. Dari Indonesia, komet ini bagus untuk diamati mengingat deklinasinya condong ke belahan Bumi bagian selatan.

“Itu karena komet Halley yang mana titik radian meteor ini berasal dari rasi Aquarius,” jelas Thomas.

Hujan meteor perseid diperkirakan terjadi pada 13 Agustus 2007. Deklinasinya 58 derajat, sehingga hampir tidak terlihat karena terjadi jauh di utara. Saat peristiwa ini terjadi, ada 100 meteor yang terbakar di atmosfer setiap jamnya.

Meteor perseid berasal dari partikel yang berasal dari komet Swift Tuttle. Dinamakan Perseid dikarenakan terlihat seakan-akan berasal dari Rasi Perseus.

“Sedangkan hujan meteor orionid akan terjadi pada 21 Oktober 2008. Sebenarnya ini masuk dalam kelompok sedang. Namun kadang terlihat dari Indonesia,” sambung Thomas. Tumbukan meteor ini terjadi di deklinasi 16 derajat. Sekitar 20 meteor per jam terbakar di atmosfer Bumi. Peristiwa ini terlihat cukup jelas di Thailand.

Pertengahan November 2008, Bumi akan kembali menerpa hamparan debu angkasa yang dihasilkan komet Tempel Tuttle yang mendekati Matahari setiap 33 tahun sekali. Hujan meteor leonid dari rasi bintang Leo ini bisa dilihat di Australia dan Asia, termasuk Indonesia.

Pada 7-17 Desember 2008, akan terjadi hujan meteor puppid. Deklinasi tumbukan meteor ini dengan atmosfer bumi berada di -45 derajat. Sekitar 10 komet bakal terbakar di atmosfer Bumi.

Di bulan Desember 2008 juga terjadi hujan meteor geminid. Kumpulan debu dari asteroid 3200 Phaethon yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi bersifat tersebar. Karena itu, rentang waktu terlihatnya meteor cukup lama.

Hujan meteor geminid termasuk kategori hujan meteor kelas satu, dan terlihat cukup jelas di negara-negara belahan bumi utara. Sebab bergeseknya debu dan gas di atmosfer bumi terjadi di deklinasi 33 derajat, sehingga lebih dekat dengan wilayah Bumi utara.

“Di Indonesia, aktivitas melihat hujan meteor kurang populer. Sebab sering kali peristiwa itu tidak terlihat akibat hujan atau berawan,” tandas Thomas. (nvt/nrl/detik)

•••

644 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

7 responses to “Hujan Meteor yang Bakal Melanda Bumi di tahun 2008”

  1. Avatar tampan
    tampan

    askum bos

    kira – kira

  2. Avatar Kentang
    Kentang

    apakah hujan meteor tersebut terjadi pada siang hari atau malam hari?karena kemungkinan untuk terjadi siang hari ada kan?

  3. Avatar Ngah_Ngoh
    Ngah_Ngoh

    Duh. .
    Aq ga mudeng deklinasi apaan tuh?
    Maksud na 58 derajat dari arah mana yah jika aq menghadap ke Utara?

    Aq goblok ga sih?

  4. Avatar Arief Rachman Antassalam

    Ituuuu smuuuaaa boooohhooooooonggg?????????????
    Cuman Ngarangggggggg
    wkwkwkwkwkwkwkw

  5. Avatar Katana
    Katana

    sama sekali ga ngerti nich,,,

    seumur hidup gw punya mimpi pergi ke laut n liat hujan meteor,,,

    mudah2an cepet kecapai, aminn,,,

  6. Avatar adit
    adit

    saya pernah dapat schedulnya tapi gak kesampaian karena ada mendung dari
    sore sampai pagi ,jadi ….gagal dech…huh.

  7. Avatar anissa pn

    weleh kok iso

Tinggalkan Balasan ke Ngah_NgohBatalkan balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca