Teka teki siapa yang akan didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Gubernur Sumsel periode 2008–2013 terjawab sudah. Dalam jumpa pers di Kantor DPW PKS Sumsel kemarin, Ketua DPW PKS Sumsel Yuswar Hidayatullah SIP menegaskan bahwa PKS secara resmi mendukung dan mengusung Ir Syahrial Oesman MM sebagai bakal calon gubernur Sumsel untuk maju dalam pilkada yang dijadwalkan digelar pada Oktober 2008.
Dukungan resmi PKS tersebut tertuang dalam SK Presiden PKS Nomor 029/D/SKEP- /DPP-PKS/1428 yang ditandatangani Presiden DPP PKS Tifatul Sembiring.”Keputusan mendukung Syahrial Oesman ini diambil dalam rapat pleno DPP PKS, setelah mempertimbangkan hasil Musyawarah DPW pada Juni 2007 yang menyepakati nota kesepahaman dengan bakal calon,” jelas Yuswar Hidayatullah.
Hadir dalam jumpa pers tersebut, Ketua Majelis Syuro DPW PKS Sumsel KH M Ikbal Romzi, Sekretaris DPW PKS Sumsel Erza Saladin ST,dan Humas DPW PKS Sumsel Syaiful Fadli ST. Menurut Yuswar, dukungan resmi PKS terhadap Syahrial Oesman ini akan dideklarasikan pada 16 September 2007, di GOR Palembang yang direncanakan dihadiri langsung oleh Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.
Acara ini juga direncanakan dihadiri oleh sekitar 10.000 kader dan simpatisan PKS se-Sumsel. Sekretaris DPW PKS Sumsel Erza Saladin menjelaskan, sejumlah pertimbangan atau alasan PKS menjatuhkan dukungan terhadap Syahrial Oesman yang sekarang menjabat Gubernur Sumsel, antara lain hasil jajak pendapat kader inti dan Ketua DPC PKS se- Sumsel, menempatkan Syahrial Oesman dalam urutan teratas dan adanya keinginan yang kuat dari kader agar mempercepat musyarokah (koalisi) di provinsi.
Selain itu, lebih disukai didukung karena Syahrial Oesman bukanlah pimpinan atau fungsionaris parpol tertentu, mempunyai visi besar membangun Sumsel dengan lumbung pangan dan lumbung energi nasional. ”Selain itu, program-program Syahrial Oesman besar seperti pembangunan infrastruktur pelabuhan Tanjung Api-Api, flyover, Islamic Centre membutuhkan kesinambungan untuk kesejahteraan rakyat,” papar Erza.
Erza menegaskan, dalam membuat dukungan ini, PKS dan Syahrial Oesman telah membuat kesepakatan dalam sebuah nota kesepahaman yang isinya antara lain bahwa selama menjadi gubernur, Syahrial Oesman siap untuk tidak menjadi pimpinan dan pengurus parpol manapun.
Diharapkan gubernur dapat berkosentrasi penuh dalam melaksanakan tugasnya dan dapat mengayomi kepentingan semua lapisan masyarakat Sumsel. Selain itu, Syahrial Oesman harus melakukan perubahan untuk membangun pemerintahan yang bersih dari KKN,peduli,dan profesional. Yuswar mengungkapkan, dalam penjaringan dan jejak pendapat yang dilakukan PKS, sebelumnya terdapat tiga figur yang mendapat dukungan kuat, yaitu Syahrial Oesman, H Alex Noerdin, dan H Eddy Santana Putra.
Namun, dalam perjalanannya dan terakhir silaturahmi pada Februari 2007 lalu, Pak Alex Noerdin dan Eddy Santana menyatakan belum memastikan diri akan maju pada pilkada gubernur. ”Akhirnya kita putuskan Pak Syahrial Oesman yang kita dukung. Pak Alex Noerdin terlambat dan baru ketahuan akan mencalonkan diri pada Juni 2007 lalu,” ujarnya.
Sementara KH M Iqbal Romzi menegaskan bahwa dukungan terhadap Syahrial Oesman ini bersifat mengikat bagi seluruh pengurus, anggota legislatif, dan kader PKS dari tingkat DPW, DPD, DPC, dan Dewan Pengurus Ranting (DPRa) serta pedoman bagi seluruh simpatisan dan konstituen PKS. (alfrenzi panggarbesi/SINDO)


















Tinggalkan Balasan ke infokitoBatalkan balasan