Hingga penutupan registrasi penerimaan PT Pusri melalui website, Kamis (21/5) pukul 00.00 tercatat 31.136 pelamar. Hanya saja yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak mengirimkan berkas melalui kantor Pos 24.905 pelamar. Mereka yang dinyatakan lulus dihimbau segera mengirim berkas paling lambat, Jumat (22/5) hari ini.
“Kita menolak sekitar 6.231 pelamar, rata-rata persyaratan umur, IPK dan jurusan tidak sesuai,” kata Penanggungjawab Seleksi Penerimaan, Zainuddin Nawawi, Kamis (21/5). Ia merinci data tersebut belum final karena pihaknya saat ini masih menunggu berkas pengiriman melalui PT Pos. Pemeriksaan berkas juga didasarkan pada stempel PT Pos tertanggal 22 Mei. Diluar itu maka pelamar dianggap mengundurkan diri.
“Berkas pengiriman yang masuk masih sedikit, bisa jadi jumlah peserta akan kembali menyusut 10 hingga 20 persen karena terlambat atau malah tidak mengirim berkas sama sekali,” kata Zainuddin. Pihak PPJK Unsri selaku tim perekrutan karyawan Pusri tahun 2009, saat ini masih memverifikasi kesesuaian antara berkas lamaran dengan berkas pengisian formulir on-line pelamar. Apakah data yang diisi sesuai dengan ijazah yang sesungguhnya. Zainuddin juga sempat menggelengkan kepala karena ternyata ada juga pelamar yang berkasnya tidak sesuai dengan isian formulir.
“Ada juga yang menipu, saat kita cek ternyata data formulir yang diisi berbeda dengan ijazah asli, ini kita nyatakan tidak lulus,” kata Zainuddin yang belum bisa memprediksi jumlah berkas tak lulus hingga Jumat (28/5) nanti. Terkait dengan sistem dan tempat pelaksaan tes, Zainudin berencana akan membagi dua golongan peserta berdasarkan tempat tinggal. Sebanyak 6.289 pelamar dari luar Sumatera dipusatkan tes di Jakarta khusus untuk sarjana dan D-3. Sisanya pelamar SMA akan dikumpulkan di Palembang bersama 18.616 pelamar asal Sumatera. “Tapi ini baru rencana, mudah-mudahan tidak ada perubahan karena kasihan pelamar yang berasal dari Papua, Irian Jaya, Maluku, Nusa Tenggara Timur jauh-jauh harus datang ke Palembang,” kata Zainuddin.
Khusus tes di Palembang akan digunakan 20 lokasi ujian, diantaranya semua gedung Unsri Bukit, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 3 hingga SMA Arinda Palembang. Tes melibatkan 1.000 pengawas dengan sistem gugur. Khusus pengumuman peserta yang dinyatakan lulus administrasi juga melalui http://www.ppjkunsri.com. Pelamar yang lulus akan diberikan nomor peserta penempatan lokasi ujian.
Pada saat pelaksanaan tes, tiap peserta wajib menunjukkan print out kelulusan sambil menunjukkan identitas diri, KTP atau SIM yang berlaku. “Nanti selain membawa kelengkapan tes, seperti pensil 28 maka peserta wajib membawa bukti print out kelulusan dan KTP,” kata Zainuddin.
Lamaran Pusri Dipatok Rp 7.500/Berkas
Hingga pukul 13.00, Kamis (21/5) PT POS Merdeka baru menerima sekitar 6.687 berkas lamaran PT Pusri. Berkas itu berasal dari pelamar Sumsel dan luar Jawa, seperti Kalimantan, Irian Jaya dan Maluku. Hanya saja pelamar Palembang lebih mendominasi.
“Sehari dua kali kita kirimkan berkas ke PPJK Unsri, begitu berkas masuk, dientry data diikat langsung kirim,” kata M Wedha Pratama, Kamis (21/5) di ruang kerjanya. Ia mengatakan bila tidak ada perpanjangan waktu dari PPJK Unsri dikhawatirkan hampir 18.218 berkas terancam hangus atau gagal kirim.
“Melihat mepetnya waktu pengiriman yang tinggal satu hari, dikhawatirkan pelamar yang sudah registrasi akan menyusut,” kata Wedha. Hanya saja, pihaknya tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya pada PPJK Unsri, mau memperjang waktu pengiriman atau tetap.
“Kalau masalah kirim semua diutamakan, yang penting stempel Pos minimal 22 Mei, nanti,” kata Wedha yang mempatok harga pengiriman satu lamaran mencapai Rp 7.500/surat. Ia mengaku harga itu sesuai dengan layanan kilat khusus. Pihaknya tidak memberlakukan sistem perangko karena surat lamaran termasuk pelayanan ekstra.
“Kalau perangko nanti sampainya lama, tidak ada sistem lacak surat makanya kita berlakukan harga sama, yakni paket kilat khusus,” kata Wedha seraya mengakui harga itu termasuk standar harga surat lamaran kerja umumnya. Sementara pantauan Sripo, meski libur, tiap menit pelamar datang silih berganti. Mereka membentuk satu barisan diempat loket yang tersedia. Tujuan pun rata-rata sama, yakni memasukkan berkas ke PT Pusri.
“Dak apolah ngantri dikit. Takutnyo besok rame, nyubo peruntungan bae, kalu be lulus,” kata Anti (21) sambil menenteng sampul coklat diantara kerumuman barisan. Beberapa pelamar lainnya, begitu sampai di kantor Pos sebagian ada yang langsung membeli perangko senilai Rp 3.000. Begitu sampai didepan petugas loket, ternyata lamaran yang berperangko ditolak. Petugas mengatakan pelamar PT Pusri wajib memakai layanan kilat khusus. (sta-sripo)


















Tinggalkan Balasan